Dampak Covid-19, Pilkada Sulut dan 3 Kota/Kabupaten masuk zona rawan tinggi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin (Foto: citrust/ist)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut tiga provinsi dan 20 kabupaten/kota masuk daerah dengan kerawanan tinggi dalam Pilkada 2020 dalam konteks pandemi Covid-19.

“Pada tingkat provinsi, dari sembilan provinsi yang menyelenggarakan pilkada, tiga daerah terindikasi rawan tinggi dalam konteks pandemi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Utara,” kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifudin di Kantor Bawaslu, dalam rilis Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) serentak 2020, Jakarta, Selasa (23/06/2020), dilansir datri CNN Indonesia.

Ia menjelaskan ada tiga indikator yang dalam penentuan kerawanan Pilkada dalam konteks pandemi. Yakni, anggaran Pilkada yang membengkak akibat wabah, data pasien positif Covid-19, hingga resistansi masyarakat atas pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi.

Kemudian ada juga kabupaten/kota dalam kerawanan sedang, dan tidak ada daerah yang rawan rendah.

“Ada 146 kabupaten/kota terindikasi rawan sedang dalam konteks pandemi dan 88 kabupaten kota ada dalam titik rawan rendah,” imbuh Afif.

Lebih lanjut, Afif memandang IKP sangat penting sebagai alat deteksi dini mencegah terjadinya pelanggaran Pilkada yang berpotensi mengganggu jalannya pesta demokrasi lokal itu.

“Ini adalah alat untuk deteksi dini sebagaimana kepolisian juga punya, tapi dimensi yang diukur lebih besar dimensi kerawanannya,” kata Afif.

Provinsi yang terindikasi memiliki rawan tinggi dalam konteks pandemi:
1. Kalimantan Selatan
2. Kalimantan Tengah
3. Sulawesi Utara

Provinsi yang terindikasi memiliki rawan tinggi dalam konteks politik:
1. Sumatera Barat
2. Jambi
3. Sulawesi Utara
4. Kalimantan Selatan
5. Kalimantan Utara
6. Bengkulu
7. Sulawesi Tengah

Kota/Kabupaten yang terindikasi memiliki rawan tinggi dalam konteks pandemi:
1. Kota Makassar
2. Kabupaten Bone Bolango
3. Kabupaten Bulungan
4. Kabupaten Karawang
5. Kota Manado
6. Kota Tomohon
7. Kabupaten Minahasa Utara
8. Kabupaten Gowa
9. Kabupaten Sijunjung
10. Kota Sungai Penuh
11. Kabupaten Tasikmalaya
12. Kabupaten Lamongan
13. Kabupaten Kotawaringin Timur
14. Kota Banjarbaru
15. Kota Ternate
16. Kota Depok
17. Kota Tangerang Selatan
18. Kota Semarang
19. Kabupaten Bantul
20. Kabupaten Melawi

Baca Juga:  Pemkot Manado dan Komisi I DPRD Sulut bicara Pilkada 2020 berkualitas dan berintegritas

Kota/Kabupaten yang terindikasi memiliki rawan tinggi dalam konteks politik:
1. Kota Makassar
2. Kabupaten Lamongan
3. Kota Sungai Penuh
4. Kabupaten Mamuju
5. Kabupaten Klaten
6. Kabupaten Sukoharjo
7. Kabupaten Kepulauan Aru
8. Kabupaten Agam
9. Kabupaten Manokwari Selatan

Terkait kerawanan, Afif juga menyebut konteks politik suatu wilayah. Indikator yang diukur Bawaslu dalam aspek ini di antaranya potensi keberpihakan penyelenggara pemilu, ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN), hingga penyalahgunaan anggaran.(CNNI/FANNY)