Di depan anggota DPRD Mitra, Direksi PD Pasar minta maaf

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komisi II DPRD Mitra hearing dengan PD Pasar bersama instansi teknis terkait.

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Komisi II, melaksanakan hearing atau rapat dengar pendapat dengan pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar bersama instansi teknis terkait yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, serta Dinas Koperasi dan UKM, Rabu (10/06/2020).

Agenda hearing digelar di ruang rapat DPRD Mitra, dipimpin langsung Ketua Komisi II Semuel Montolalu, didampingi Wakil Ketua Temmy Naray dan Sekretaris Fredy Tuda.

Adapun rapat dengar pendapat yang ikut dihadiri Ketua DPRD Marty Ole dan Wakil Ketua Katrien Mokodaser, menghasilkan rekomendasi berupa evaluasi kinerja direksi PD Pasar.

“Terkait dengan penutupan operasional ritel di Plaza Ratahan, serta adanya permasalahan berupa izin-izin yang belum selesai namun oleh PD Pasar sudah dijinkan beropersi, maka Komisi II merekomendasikan kepada bupati untuk mengevaluasi kinerja Direksi PD Pasar,” tegas Semuel Montolalu saat membacakan kesimpulan rapat.

Pihak PD Pasar Mitra sendiri disela hearing, mengakui adanya kelalaian pihaknya terkait beroperasinya Indomaret dan Alfamart di Plaza Ratahan. Dimana, tanpa menanyakan seluruh dokumen perizinan, langsung mengijinkan dua ritel tersebut beroperasi.

“Kami memohon maaf karena sudah mengijinkan beroperasi tanpa mengecek surat izin resmi kedua ritel tersebut, sehingga harus menimbulkan persoalan yang berujung pada penutupan sementara Indomaret dan Alfamart,” kata Direktur Utama PD Pasar Mitra, Dirk Tolu melalui Direktur Pasar Meksi Sahensolar.

Lanjut dikatakan Meksi, ke depan pihaknya menjamin kejadian ini tidak akan terulang lagi.

“Tak ada gading yang tak retak. Ini memang kelalaian kami (PD Pasar, red). Biarlah itu menjadi pelajaran bagi kami sehingga ke depan tidak terulang kembali,” tukas Meksi. (HENGLY)

Baca Juga:  Dinas KUKM-Perindag Mitra segera salurkan bantuan bagi 741 pelaku usaha