DP3A dan Dinsos Manado kerjasama tangani korban kekerasan perempuan dan anak

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Penandatanganan kerjasama antara Kadis DP3A Esther Mamangkey dan Kadis Dinsos-PM Sammy Kaawoan, untuk penanganan perempuan dan anak korban kekerasan

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Manado menjadi perhatian serius pemerintah.

Untuk itu, dua instansi pemerintah yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Manado melakukan pendandatangan kerjasama tentang Koordinasi Penanganan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Rabu (27/11/2019).

Kepala DP3A Esther Mamangkey SE menjelaskan, kerjasama tersebut sangat penting dilakukan melihat posisi perempuan dan anak yang masih termarjinalkan. Apalagi, ketika mengalami tindak kekerasan mereka kebanyakan mengalami kesulitan untuk mencari pertolongan atau bantuan.

“Pemkot Manado telah memiliki produk hukum terkait penanganan itu. Jadi kami sebagai dinas yang punya topuksi untuk penanganan itu harus mengaplikasikannya kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mamangkey.

Lewat kerjasama tersebut, lanjutnya, nantinya setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditemukan oleh Dinsos-PM akan dikoordinasikan dengan DP3A.

Yang terpenting, jika ada laporan kasus seperti kekerasan dari masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai SOP Pelayanan Pengaduan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di DP3A.

“Dinas Sosial juga jika menemukan kasus kekerasan wajib mengamankan korban di shelter atau rumah aman yang ada, nanti setelah itu akan ditangani bersama,” kata Mamangkey.

Di tempat yang sama, Kepala Dinsos-PM Drs Sammy Kaawoan berujar, jika ditemukan kasus yang lebih spesifik, seperti penelantaran ekonomi karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau suami tidak memberi nafkah kepada isteri dan anak, maka pihaknya akan melakukan pencatatan dan pelaporan, serta bertanggung jawab untuk pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Tugas DP3A adalah memonitor sekaligus memberikan pembinaan mental lewat pengacara, rohaniawan, psikolog atau tenaga sosial P2TP2A,” ujar Kaawoan.(DONWU)

Baca Juga:  MoU dengan Menpan-RB, Pemkot Manado bakal bangun Mal Pelayanan Publik