Insenerator di Manado resmi beroperasi, solusi atasai sampah sambil menunggu TPA Regional Ilo-Ilo

Walikota Manado GS Vicky Lumentut didampingi Wakil Walikota Mor Bastiaan, Ketua TP-PKK Julyeta PA Runtuwene, Sekda Micler Lakat, dan sejumlah pejabat Pemkot Manado, meresmikan penggunaan isenerator dimana secara simbolis dilakukan di lokasi Tingkulu, Jumat (14/02/2020) hari ini.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) meresmikan penggunaan incinerator atau isenerator di Kota Manado, dimana secara simbolis dilakukan di lokasi Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Jumat (14/02/2020) hari ini.

Peresmian ini9 dilakukan setelah melakukan pemantuan dan uji coba penggunaan alat pembakar sampah ini di beberapa titik wilayah kecamatan di Kota Manado. Diharapkan, dengan beroperasinya insenerator ini maka manajemen pengelolaan sampah akan diselesaikan pada tingkat kecamatan yang sudah terpasang alat pembakar sampah.

Insenerator ini adalah cara cerdas yang dilakukan Pemerintah Kota Manado dalam mengatasi sampah, karena diakui bahwa kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) di Sumompo sudah tidak mungkin lagi menampung sampah di Kota Manado yang tiap hari volumenya bertambah.

Selain itu, menjadi solusi sambil menunggu pembangunan TPA Regional Ilo-Ilo di Minahasa Utara, yang dijanjikan Pemprov Sulut.

“Insenerator ini diharapkan dapat beroperasi dan bermanfaat untuk menyelesaikan masalah sampah. Jadi kita selesaikan sampah lewat pembakaran di wilayah kecamatan yang sudah terpasang insenerator. Sampah tidak lagi dibawa ke TPA Sumompo yang saat ini dalam kondisi tidak mampu lagi menampung sampah. Diharapkan juga beban sampah di TPA Sumompo akan berkurang. Ini juga salah satu solusi sambil kita menunggu pembangunan TPA Regional di Ilo-Ilo,” ujar Walikota GSVL.

Dijelaskannya, Pemkot Manado menyelesaikan sampah dengan alat pembakar sampah insenerator yang ramah lingkungan sesuai dengan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dengan menggunakan sistem pembakaran dual chamber.

Chamber pertama untuk membakar langsung sampah, sedangkan chamber kedua untuk membakar karbon yang memiliki ikutan polutan seperti dioxin, so2 CO serta NO, sehingga pada chamber kedua ini terurai menjadi CO2 dan air.

Baca Juga:  Tulude Manado 14 Februari, ini kata Walikota GSVL

Adapun polutan yang lewat pada chamber kedua ini akan ditangkap oleh uap air pada cerobong yang dilengkapi dengan sprinkle air, dan emisinya dipantau melalui monitor AQMS yang ada di DLH. Data hasil pemantauan yang dilakukan pada saat uji coba pembakaran masih berada di bawah ambang batas.

Penyelesaian sampah lewat insenerator sudah digunakan di DKI Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Juga sudah digunakan negara maju seperti Singapura, Jepang dan Korea Selatan.

Dalam peresmian insenerator tersebut, Walikota GSVL didampingi Wakil Walikota Mor Bastiaan, Ketua TP-PKK Julyeta PA Runtuwene, Sekda Micler Lakat, dan sejumlah pejabat Pemkot Manado.(DONWU)