Kisah GSVL-JPAR, mengantar dan menjemput SHS di Bandara dalam dua kondisi berbeda

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan isteri Julyeta PA Runtuwene mengantar SH Sarundajang dan isteri bertolak ke Jakarta pada 7 Januari 2021 (foto atas). Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan isteri Julyeta PA Runtuwene menjemput jenazah almarhum SH Sarundajang di Bandara Sam Ratulangi, Senin (15/02/2021) sore.(foto-foto: ist)

MANADO, BERITASULUT.co.id – “Selamat jalan, kakak, orang tua, guru dan mentor terbaik saya, Bapak Sinyo Harry Sarundajang. Terlalu banyak dan panjang kalau mau ditulis akan karya, pengabdian, teladan yang dianugerahkan Tuhan bagimu, dan diteruskan kepada saya, rakyat Provinsi Sulut serta bagi Bangsa dan Negara lndonesia, juga bagi dunia internasional”.

Begitu pernyataan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) mendengar kabar duka meninggalnya Sinyo Harry Sarundajang (SHS) pada Sabtu (13/02/2021) akhir pekan lalu.

Sang isteri, Prof Dr Julyeta PA Runtuwene (JPAR), juga larut dalam duka. Ia bahkan mengutip nats Alkitab dalam Mazmur 116:15 “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya“, sebagai penguatan dan penghiburan.

Hari ini, Senin (15/02/2021) sore jenazah almarhum SHS bersama kelurga tiba di Kota Manado, setelah diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Walikota GSVL dan isteri ikut menjemput jenazah di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Situasi ini sungguh berbeda karena diselimuti duka.

Ya, ini tentunya menjadi kisah tersendiri bagi Walikota GSVL dan Prof JPAR. Karena sebelumnya mengantar SHS dan isteri sebelum bertolak ke Jakarta dari Bandara Sam Ratulangi pada 7 Januari 2021 lalu. Tapi kini menjemput SHS di Bandara yang sama dalam kondisi meninggal dunia.

“Pertemuan terakhir kali pada 7 Januari 2021 lalu, ada persekutuan kasih, ada pujian dan doa mengantar kekasih kami Bapak Dubes SH Sarundajang dan Ibu Dee ketika itu sebelum bertolak ke Airport menuju Jakarta,” kenang Prof JPAR.

GSVL sendiri mengaku merasa sangat kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan bagi dirinya, baik dalam karir sebagai birokrat maupun ketika dirinya menjabat Walikota Manado dan almarhum sebagai Gubernur Sulut.

Baca Juga:  Walikota GSVL kembali ingatkan ASN agar terus upgrade kompetensi

“Bagi saya, beliau tidak bisa hilang. Almarhum bukan tipikal pribadi yang gampang menyerah, karena itu saya pribadi mengagumi etos kerja almarhum. Banyak arahan dan nasihat yang almarhum sampaikan kepada saya,” tukas GSVL.

Baik Walikota GSVL maupun Prof JPAR mendoakan kiranya keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah, dan selalu bersandar pada Tuhan sebagai pemberi kekuatan dan penghiburan sejati.

“Sekali lagi selamat jalan. Atas nama pribadi dan keluarga, menyampaikan turut berdukacita yang dalam. Doa saya Tuhan Yesus sumber kekuatan dan penghiburan akan senantiasa bersama keluarga Sarundajang-Laoh Tambuwun,” ucap Walikota GSVL.

“Doa kami Tuhan Yesus memberikan kekuatan serta penghiburan bagi Ibu Dee, anak-anak dan cucu-cucu tercinta,” kata Prof JPAR.

Selain GSVL-JPAR, sejumlah pejabat juga ikut menjemput almarhum SHS, antara lain pejabat Pemprov Sulut dan sejumlah pejabat Kabupaten/Kota. Peti jenazah Gubernur Sulut dua periode ini dibungkus dengan bendera Merah-Putih, dan dilakukan penjemputan secara militer, kemudian beberapa saat disemayamkan di ruang VIP Bandara Sam Ratulangi.(DONWU)