Masih rawan Covid-19, jangan paksakan tempat hiburan di Manado dibuka

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sekdis Kesehatan Kota Manado, dr Marini Kapojos.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Polemik integrasi penanganan kesehatan dan ekonomi dengan prioritas penanganan kesehatan telah menjadi kebijakan nasional sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, Senin (27/07/2020) di Istana Negara, Jakarta.

Arahan Presiden Jokowi ini ini telah ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran Satuan Tugas di tingkat nasional maupun Gugus Tugas di Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, termasuk di Kota Manado.

Pemerintah Kota Manado sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang mendukung arahan Presiden Jokowi tersebut. Terakhir melalui Surat Edaran (SE) Nomor 044/021/PEMDAL-PTSP/638/2020 tertanggal 1 Agustus 2020 yang ditandatangani Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL).

Kebijakan ini cukup mendapat perhatian serius dari beberapa kalangan, termasuk warga yang bekerja di beberapa tempat yang disebutkan dalam edaran, yakni tempat hiburan malam, spa, pusat olahraga, permainan daring, tempat bermain anak/keluarga, serta restoran/hotel.

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas Penanganan yang mengkoordinasikan kebijakan dan rencana aksi serta implementasi penanganan kesehatan, memberikan penjelasan.

”Dalam sudut pandang medis, langkah yang diambil Pak Walikota sudah tepat. Di samping status zona risiko Kota Manado masih tinggi/merah yang disertai dengan penambahan kasus yang masih signifikan, sebagaimana hasil penelitian WHO yang telah dipublkasikan Gugus Tugas Nasional, Covid-19 sangat rentan menyebar di tempat tertutup,” ujarnya, Senin (03/08/2020).

Dikatakannya, semua tahu bahwa tempat hiburan malam, spa, pusat olahraga, permainan daring, tempat bermain anak/keluarga, serta restoran/hotel, sebagian besar merupakan tempat tertutup dengan sirkulasi udara kurang bagus.

“Pada kondisi sekarang seperti pemberlakuan protokol penanganan versi 5 yang tidak lagi mewajibkan orang dengan status Covid-19 tanpa gejala atau OTG diisolasi di rumah sakit tetapi menjalani isolasi mandiri, potensi masalah akan menjadi rawan dan meningkat kerawanannya jika OTG enggan diisolasi. Hal-hal ini, membuat tempat-tempat tersebut sangat rawan menjadi tempat penyebaran virus,” ujar dokter Marini.

Baca Juga:  Mall Pelayanan Publik Pemkot Manado mulai dibangun, tahun depan beroperasi

Dengan kata lain, karena masih rawan penyebaran Covid-19, maka jangan dipaksakan tempat hiburan di Manado untuk dibuka.

“Pemerintah lakukan ini untuk menjaga Kota Manado, agar virus yang belum ada vaksinnya ini tidak bertambah atau meningkat angka kasusnya baik yang positif atau suspek, serta mencegah agar tidak banyak penularannya di kota yang kita cintai bersama ini,” tukasnya.(DONWU)