Membangun Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kolintang (foto: ist). Inzet: Alexander Katuuk.

Penulis:
Alexander Katuuk
Budayawan Sulut

PROGRAM pemerintah yang dijalankan Presiden Joko Widodo dengan mengucurkan dana ratusan juta sampai satu milyaran rupiah di setiap desa tiap tahunnya dengan tujuan agar tercipta sistem pembangunan yang berkelanjutan (sustainable develipment program) di desa, dapat terwujud dengan tepat sasaran sebagai langkah mempercepat tercapainya visi pemerintah sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Program dana desa diharapkan agar arah pembangunan akan tepat aasaran dan dapat menstimulus ekonomi di desa. Namun, harapan itu menjadi sia-sia manakala Pemerintah desa melalui aparatnya membangun tidak sesuai dengan potensi yang ada di desa dimana BUMdes juga mati suri.

Sebagai contoh pembangunan di Desa Lembean Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Desa ini pada tahun 2016 telah dicanangkan sebagai Desa Wisata Kolintang oleh Gubernur melalui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada acara budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Alfred Sundah (YAS) pada perayaan HUT ke-90 Bapak Alfred Sundah.

Empat tahun berlalu, pemerintah desa tidak ada langkah kongkrit apapun dalam mendukung menjadikan Desa Lembean secara de facto sebagai Desa Wisata Kolintang. Walaupun PINKAN (Persatuan Insan Kolintang) Pusat menyatakan dukungannya. Rencana pembangunan monumen kolintang yang sudah direncanakan dan di sponsori oleh seorang Pemerhati kolintangpun tidak di apresiasi.

Pencanangan Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang bukan program asal-asalan karena program ini terutama sejalan dengan program pemerintah pusat membangun KEK Pariwisata di Likupang. KEK Pariwisata memerlukan minimal 3 desa yang akan menjadi tujuan wisata template disamping Desa Lembean memang terkenal dengan musik Kolintangnya sejak berkiprahnya Grup Kolintang Kadoodan di tahun 1970-an.

Baca Juga:  Manado Fiesta Virtual 2020 dalam perubahan tatanan bisnis industri pariwisata di tengah pandemi Covid-19

Dana desa sejak tahun 2017 hingga 2020 sudah mencapai kurang lebih tiga milyar rupiah. bila digunakan dengan benar mampu membiayai pembangunan Desa Wisata Kolintang.

Beberapa tokoh masyarakat, budayawan dan para pelaku seni musik Kolintang secara terpisah memberikan apresiasi dan mengharapkan segera terwujudnya Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang.

Mereka mengatakan bahwa sudah waktunya dana desa mulai diprioritaskan untuk membangun sarana dan fasilitas menunjang tercapainya tujuan Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang yang akan menghidupkan perekonomian, nanti pada waktunya akan membuat rakyat menjadi sejahtera.

Sarana dan fasilitas yang akan dibangun perlu dimulai dengan menginventarisir dan membeli/menyewa lahan/tanah-tanah yang terletak di tepi Danau Seper, Waleposan, di Pancuran Air Tudus, di bekas lokasi pembuatan Waruga dan juga di Kuburan Opo Tumi’deng untuk menjadi area pariwisata.

Pemerintah desa bersama budayawan dapat bersinergi dengan pelaku seni musik Kolintang merencanakan dimana lokasi yang cocok untuk mendirikan Monumen Kolintang, Bangsal Kolintang yang akan menjadi tempat pagelaran musik Kolintang serta Bengkel Kolintang yang di kelola secara terpadu antara pemerintah, pelaku seni dan masyarakat sebagai upaya memberikan lowongan pekerjaan bagi generasi muda terutama para pemain muda.

Di samping itu masyarakat dapat ikut berpartisipasi menjual souvenir khas daerah ini, pelbagai jenis makanan, minuman dan buah-buahan lokal dan pelbagai aktifitas untuk menstimulus elonomi rakyat dimasa pemulihan atau new normal.

Beberapa tokoh masyarakat juga mengingatkan pemerintah desa agar tidak menjadikan Musrenbangdes sebagai ajang legitimasi atas program yang sudah ditetapkan pemerintah desa sebagaimana yang terjadi di beberapa desa di negara kita tercinta ini selama ini.

Dengan terciptanya pembangunan yang berkelanjutan dibiayai oleh dana desa dan swadaya masyarakat, maka Desa Wisata Koluntang akan terwujud dan pada waktunya akan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat.(*)