MTPJ GMIM 28 Juni – 4 Juli 2020: Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


BACAAN ALKITAB: 1 Korintus 16:1-9

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, orang Minahasa sering sebut‘ ”baku mapalus“ atau gotong royong baik itu berkaitan dengan pekerjaan berkebun, bangun rumah atau kegiatan menghadapi acara pesta ataupun peristiwa kedukaan dan kesulitan. Dikandung maksud bekerja bersama untuk meringankan beban yang sedang dihadapi.

Sudah sekian minggu kita semua diperhadapkan dengan wabah Coronavirus Disease atau Covid-19. Wabah penyakit Virus yang ditemukan di Wuhan China akhir tahun 2019. Organisasi Kesehatan dunia WHO menyebut Virus ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan umat manusia di dunia. Virus Covid -19 telah menjangkiti puluhan juta orang tanpa memandang suku, agama, ras , golongan, warna kulit, kaya, miskin, pejabat, konglomerat atau rakyat kecil.

Virus ini telah merengut puluhan ribu nyawa di seantero bumi ini. Bencana ini harus dihadapi bersama-sama oleh seluruh umat manusia untuk menghentikan penularannya dan menolong yang terpapar serta menanggulagi akibat yang ditimbulkan seperti kesulitan pangan. Dengan alasan tersebut di atas maka tema perenungan minggu ini adalah: “Bertolong-tolonglah Menanggung Bebanmu”.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pasal 16 merupakan pasal terakhir surat rasul Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus. Pasal sebelumnya lebih banyak membicarakan tentang pekabaran injil, sedangkan pasal 16, secara spesifik bicara tentang pengum-pulan bantuan kepada jemaat di Yerusalen yang disebut orang orang kudus, (Yun=hoi hagios), yang telah menerima injil dan beberapa pemberitahuan pelayanan. Sebagai sesama orang Kristen buah pekabaran injil para Rasul yang walaupun beda etnis, bahasa, budaya, domisili tetapi punya status yang sama yaitu dipanggil dan di kuduskan oleh Yesus Kristus (1 Kor 1:2).

Dalam I Korintus 16:1-9 Paulus mengingatkan kembali tentang memberi bantuan seperti yang dijelaskan kepada jemaat Galatia (Gal 6:2). Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu demikian kamu memenuhi hukum Kristus. Cara memberi ialah tiap-tiap minggu hendaklah mereka masing-masing memberi sesuai apa yang mereka peroleh. Dasar pemikiran Rasul Paulus adalah Allah yang kaya dengan rahmat oleh karena kasih-Nya yang besar telah melimpahkan-Nya kepada mereka. Menghidupkan bersama-sama Kristus sehingga diselamatkan (Efesus 2 : 4-5).

Kepada jemaat Galatia Rasul Paulus pernah juga menyampaikan nasihat yang sama untuk jangan jemu-jemu berbuat apa yang baik, karena selama masih ada kesempatan marilah kita berbuat apa yang baik kepada semua orang tetapi terutama kepada kawan kita seiman (Gal 6:9-10).

Baca Juga:  Pnt GSVL khadim ibadah Tahun Baru 2019 di GMIM Getsemani Bailang, ini pesannya

Dalam ayat 2 pasal 16 Rasul Paulus menganjurkan apa yang akan dikumpulkan sebagai bantuanya itu yang diperoleh, menyisihkan dan menyimpan di rumah artinya bukan nanti dikumpulkan saat Rasul Paulus datang di Korintus tetapi bantuan itu sudah lebih dahulu disiapkan oleh masing-masing entah orang kaya atau miskin dan bukan berapa besar untuk mencari nama, penciteraan, sanjungan, pujian atau hormat.

Selanjutnya bantuan itu dibawa atau dikumpulkan dan diserahkan pada hari minggu saat jemaat bersekutu dan beribadah. Untuk urusan mengelolah bantuan itu Rasul Paulus mengikutsertakan orang orang yang dapat dipercaya memiliki integritas yang dianggap layak sehingga terhindar dari penyimpangan.

Dalam hal memberi bantuan Rasul Paulus juga menasehati supaya saling mengasihi sebagai saaudara. Jangan sampai kerajinan menjadi kendor, biar Roh menyala-nyala dan layani Tuhan (Roma 12:11) ikut bersimpati, berempati, kepada orang orang yang sedang mengalami kesusahan, memberi penguatan untuk bersukacita, tanamkan pengharapan, hidup sabar dalam kesesakan serta tekun dalam berdoa.

Seruan membantu orang orang kudus adalah wujud kepedulian kepada sesama baik dalam keadaan suka maupun dalam keadaan duka seperti kata firman: “Menangislah dengan orang yang menangis dan tertawalah dengan orang yang tertawa (Roma 12:15).

Manajemen pelayanan Rasul Paulus begitu baik, itu nyata sekalipun ia tidak bersama-sama dengan jemaat Korintus pada waktu tertentu namun melalui komunikasi yang terbatas yaitu hanya melalui surat yang dikirim ia memberi penguatan disamping menyelesaikan kunjungan pelayanan di jemaat Makedoni (ayat 6).

Kepedulian Rasul Paulus bukan hanya kepada orang Korintus untuk tinggal lebih lama dengan mereka tetapi kerinduan yang sama juga kepada jemaat-jemaat yang dikunjunginya seperti jemaat Efesus sambil menunggu sampai hari Pentakosta sekalipun banyak penentang untuk melawan Rasul Paulus. Semua itu dilakukan oleh Rasul Paulus supaya Injil terus disebarkan dan secara kongkrit iman kepada Yesus Kristus diwujudkan termasuk dalam bertolong-tolong dalam menanggung beban mereka.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu adalah wujud memenuhi hukum Kristus dalam segala keadaan. Peristiwa penyebaran wabah Covid-19 sangat menggemparkan dunia sebab tidak terpantau sebelumnya oleh ilmu pengetahuan dan teknologi mutahir. Di sini membuktikan bahwa manusia itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kemahakuasaan Allah.

Baca Juga:  Lantik Panji Yosua PKB GMIM Musafir Kleak, ini pesan Pnt GSVL

Tidak ada satupun negara di dunia ini yang tidak kena imbas penyebaran virus ini sehingga menimbulkan kekuatiran, kecemasan, ketakutan sehingga berdampak pada ter-ganggunya roda pemerintahan, ekonomi akibatnya banyak orang kehilangan pekerjaan, penghasilan sehingga terganggu pula pemenuhan kebutuhan dasar di samping ketakutan tertular virus yang dapat membawa kematian.

Jika dipandang menurut mata iman, atau bumi ciptaan Tuhan, tidak ada yang dapat mengganggu manakala tidak seijin Sang Pencipta termasuk wabah pandemic ini. Manakala wabah ini adalah cara Tuhan untuk memberi pelajaran karena dosa-dosa manusia maka manusia tidak punya kuasa untuk melawan atau menghentikan kecuali manusia menyadari, menyesal dan punya niat yang tulus untuk mengaku dosa dan bertobat serta mohon belas kasih Tuhan untuk mengakhiri penyebaran wabah ini.

Musibah kemanusiaan ini sangat menakutkan dan apa lagi berita-berita di Media secara berlebihan sehingga ada kejadian-kejadian yang memilukan hati. Orang kota ditolak pulang kampung oleh orang kampung. Kalaupun harus pulang kampung mengisolasikan diri dan tidak kontak fisik dengan keluarga sekalipun selama dua minggu.

Pasien positif tertular dikucilkan dan lebih menyakitkan lagi bila meninggal dunia tidak dilaksanakan ibadah selayaknya dan dikubur tidak disaksikan oleh keluarga dan lebih sadis lagi ada mayat ditolak oleh masyarakat untuk dimakamkan di kampung halaman.

Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, para medis, relawan,lembaga-lembaga kemanusiaan, lembaga keagamaan dan semua yang peduli atas musibah ini. Seperti membatasi kumpul banyak orang, jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dengan harapan dapat menghambat pandemi ini. Namun kenyataannya masih banyak orang yang acuh tak acuh terhadap himbauan ini.

Di tengah pergumulan ini kita diajak untuk merenung “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu“. Bebanmu juga bebanku, kesu-sahanmu kesusahanku juga. Bencana kemanusiaan ini meluluh-lantakan program kerja karena harus tinggal di rumah. Jutaan orang kehilangan penghasilan sehingga berdampak pada krisis pangan sementara masih banyak orang kurang peduli dengan kesulitan sesamanya bahkan masih banyak orang memanfaatkan kondisi ini untuk kumpul-kumpul di tempat tertentu untuk piknik dan bersenang-senang.

Apa yang telah dilakukan oleh jemaat Makedonia kepada jemaat kudus di Yerusalem yang sedang menghadapi kesusahan akibat penganiayaan orang Yahudi yang tidak mau menerima injil dan penganiayaan pemerintahan Romawi. Memotivasi kita untuk bertolong-tolong menanggung beban seperti sekarang ini. Untuk secara ikhlas, tulus, rela, senang hati mengambil bagian menyisihkan bukan mensisahkan untuk membantu saudara-saaudara kita yang butuh bantuan.

Baca Juga:  MTPJ GMIM 9-15 September 2018: Berkat bagi bangsa mulai dari keluarga

Kita bersyukur Pemerintah, Gereja, lembaga keagamaaan, lembaga-lembaga kemaanusiaan, pribadi dan kelompok-kelompok peduli kemanusiaan sudah banyak melakukan pelayanan kasih. Tentu semua ini belum cukup apalagi kalau pandemi ini berlangsung lama. Kata Rasul Paulus: “Kamu dibebani bukan supaya orang lain mendapatkan keringanan tetapi supaya ada keseimbangan” (2 Kor 8:13).

Kita tidak tahu sampai kapan pergumulan ini berakhir. Sebagai orang beriman kita yakin Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Marilah seperti jemaat Makedonia selagi dicobai dengan berat dan pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap meskipun mereka sangat miskin namun mereka kaya dalam kemurahan.

Dalam kesusahan seperti sekarang ini marilah kita bertolong-tolong menanggung beban bersama. Jangan sampai terjadi ada yang meman-faatkan situasi ini untuk mengambil panggung untuk pencitraan, mencari pamor, mengkritik sana-sini secara membabi-buta, menghina, memfitnah, memprovokasi untuk kepentingan pribadi kelompok sehingga bukan membantu malahan merusak keutuhan tatanan jemaat dan masyarakat.

Marilah kita bersimpati dan berempati dengan saudara-saudara yang lagi menghadapi kesusahan bukan dengan kata-kata saja tetapi dengan perbuatan seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus memberi diri sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa kita.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apa pendapat anda tentang jemaat Makedonia yang miskin namun kaya dalam kemurahan membantu jemaat Yerusalem yang dalam kesusahan ?
2. Mengapa Rasul Paulus meminta jemaat Korintus menyisihkan pendapatan mereka untuk membantu bukan menyisahkan untuk membantu?
3. Bagaimana gereja menyikapi kondisi penyebaaran Covid 19 dan dampak yang ditimbulkannya ?

NAS PEMBIMBING: Galatia 6 : 2

POKOK – POKOK DOA:
– Saling mendoakan dan membantu mengatasi pandemi Covid-19.
– Penyembuhan dan pemulihan pasien yang tertular virus corona ini
– Para Medis, relawan dan petugas di garda terdepan untuk merawat para pasien.
– Lembaga-lembaga Pemerintah, swasta, Gereja serta semua pihak yang sedang berjuang untuk mengatasi penyebaran virus ini.
– Seluruh warga untuk mematuhi anjuran Pemerintah supaya terhindar dari bahaya penyebaran virus corona.