MTPJ GMIM 5-11 Juli 2020: Hargai dan topanglah mereka yang bekerja keras untuk kebaikan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

BACAAN ALKITAB: 1 Petrus 4:7-19

Alasan Pemilihan Tema

Gereja, baik perorangan maupun lembaga, adalah tubuh dan Kristus Kepalanya. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. (Kolose 1:18). Manusia tidak dapat menahan keletihan tubuhnya, tidak mau sakit, menderita dan sengsara. Sebab, “Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)

Karena itu manusia cenderung tidak mau berkorban untuk orang lain jika merugikan dirinya. Adalah sikap dan perbuatan mulia jika manusia memberi diri berkorban bagi keselamatan dan kebaikan orang lain. Berkorban bagi keselamatan manusia dan dunia adalah karakter yang diteladankan Yesus Kristus. Karena itu, pengikut Kristus wajib jadi pelopor, menopang, menghargai sikap dan tindakan yang dilakukan setiap manusia yang bekerja keras untuk kebaikan dengan dedikasi.

Siapapun dia, apapun latar hidupnya: budaya, keyakinan, agama dan statusnya. Inilah alasan yang melatari pemilihan tema minggu ini: “Hargai dan Topanglah Mereka Yang Bekerja Keras Untuk Kebaikan.”

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Surat Petrus ditulis sekitar tahun 64 ketika orang Kristen, yang berada wilayah Romawi dengan kaisar Nero sebagai pemimpinnya, sedang berada dalam masa sulit. Keadaan pengikut Kristus sangat menakutkan karena kematian dapat terjadi kapan saja dan di mana saja karena atas perintah Kaisar Nero pada tentaranya untuk membasmi orang Kristen yang dituduh penyebab kebakaran kota Roma. Mereka bersembunyi, menyendiri dan menyelamatkan diri sendiri.

Dalam ketidakpastian apakah besok masih hidup atau tidak maka surat ini memberi pengharapan, penguatan dan nasihat apa yang harus dilakukan. Rasul Petrus menasihatkan justru dalam keadaan demikian jemaat harus sungguh-sungguh berdoa, saling melayani dengan kemapuan sesuai talenta (kasih karunia) tiap anggota jemaat.

Kasih karunia, poikilos charis (Yunani) artinya beraneka ragam kasih karunia Allah pada manusia. Kata poikilos digunakan menggambarkan beraneka ragam warna. Jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus (11). Kata dimuliakan, doxazo (Yunani), juga berarti to esteem, memberi penghargaan. Tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (10).

Pengurus: oikonomos; steward, pelayan, pengatur rumah. Syarat oikonomos yang baik adalah menghargai dan menempatkan sesuai talenta. Atau setiap orang memahami talentanya dan melakukan dengan sepenuh hati, tekun, kerja keras serta dlilaksanakan secara baik dengan kekuatan dari Allah.

Baca Juga:  Kikoka..!! Luar biasa antusias ribuan PKB GMIM di apel akbar Panji Yosua

Ayat 7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Dipahami dalam dua perspektif: kedatangan Yesus dan/atau kematian orang suci yang setia akan segera bertemu Yesus.

Ayat 12-16. Penderitaan dan kesengsaraan adalah realitas yang selalu ada dan tidak dapat dihindari. Rasul Petrus membedakan antara penderitaan dan kesengsaraan akibat kesetiaan iman dan kebenaran dengan akibat perbuatan pembunuhan, pencurian, kejahatan dan pengacau. Menderita dan sengsara karena kesetiaan iman dan kebenaran adalah turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus yang menyelamatkan.

Pengikut Kristus harus bergembira, bersuka-cita dan berbahagia karena dapat memikul salib Kristus. Tidak perlu takut dan malu memikul salib Kristus. Karena di samping memuliakan Allah, juga dihormati oleh sesama dan dimuliakan bersama Kristus di sorga.

Ayat 17-18. Penghakiman dalam dua bentuk, punishment atau reward. Hukuman bagi pelaku kejahatan dan peng-hormatan, penghargaan, pujian atau hadiah bagi yang melakukan kebaikan. Penghakiman dalam rumah Allah adalah bentuk penertiban, penguduskan dan penyucian. Atau memurnikan kesetiaan iman dan kebenaran. Agar mem-peroleh keselamatan dan kebahagiaan kekal.

Ayat 19. Rela menderita sengsara dan menyerahkan nyawa untuk kebaikan adalah teladan Kristus bagi pengikut-Nya. Artinya bekerja keras dan tekun dengan dedikasi adalah melakukan kehendak Allah. Pengikut Kristus diminta mengikuti-Nya, menyangkal diri dan memikul salib-Nya. Kata Yesus: “Jika kamu hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, pantaskah kamu mendapat pujian? Sebab, orang berdosa pun melakukan hal yang sama. (Lukas 6:33).

Karena itu berbuat baik harus diwujudkan dalam solidaritas bersama sesama manusia dan ciptaan-Nya. Rasul Petrus menegaskan bahwa berbuat baik yang sungguh hanya dapat dilakukan jika memiliki kasih agape. Kasihilah: agape; charity berbaik hati, affection kasih sayang, benevolence lakukan kebajikan: berbuatlah baik. ( ay 8).

Makna dan Implikasi Firman

Hal yang paling bernilai dalam hidup manusia adalah kehidupan dan kesehatannya. Ketika menderita sakit dan terancam mati, maka segala daya dan upaya akan dilakukan untuk sembuh agar terhindar dari kematian. Sekarang ini dunia berhadapan dengan ancaman pandemic Covid-19.

Menurut rasul Petrus, bagi pengikut Kristus, memper-tahankan hidup dari ancaman penderitaan dan kematian, tidak boleh menghalalkan segala cara dan egois. Sebab itu penderitaan dan kesengsaraan sebesar apapun yang dihadapi pengikut Kristus, bahkan kematian sekalipun, tidak boleh melunturkan keyakinan iman dan nilai kebenaran, serta kasih.

Baca Juga:  Menteri Yasonna bangga dengan eksistensi GMIM

Menghadapi keadaan yang mencekam, pengikut Kristus dinasihati untuk tetap setia pada iman dan kebenaran dengan melakukan 5 hal:

1. Menghargai dan menopang mereka yang bekerja keras untuk kebaikan.

Jika seseorang tahu bagaimana berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa. (Yakobus 4:17). Artinya berbuat baik adalah wajib. Pertanyaannya adalah bagaimana perbuatan baik yang dilakukan oleh bukan pengikut Kristus? Manusia adalah ciptaaan Tuhan menurut gambar-Nya. (Kej 1:27).

Jadi baik pengikut Kristus maupun tidak adalah manusia segambar dengan-Nya. Segambar dengan-Nya berarti terdapat unsur keilahian dalam diri manusia. Kebaikan yang dilakukan oleh siapapun lahir dari hati nurani yang memiliki kasih Allah. Karena itu disamping harus bekerja keras untuk kebaikan, kita menghargai, bekerja sama dan menopang sesama yang melakukan kebaikan. Dengan begitu kita menghargai dan menghormati ciptaan dan pencipta.

Perbedaan karunia ada untuk satu tujuan, yaitu keselamatan bersama. Setiap pengikut Kristus, juga sesama, diberi karunia berbeda untuk saling melengkapi, menyempurnakan dan menyelamatkan. Manusia adalah Oikonomos, steward, pelayan. Dengan karunia yang beraneka ragam, maka perbedaan adalah kekayaan yang indah jika dihargai dan diberi peran pada tempatnya.

Pandemi Covid-19 yang telah membawa kematian, tangisan, kesengsaraan, merosotnya perekonomian global, kehilangan pekerjaan, orang yang dicintai dan lain-lain. Besar kecil peran, kerja keras dan kebaikan apapun yang dilakukan oleh siapapun harus dihargai dan ditopang.

Pengikut Kristus harus menolong dan menghibur mereka yang terkena dampak negatif dari pandemi ini, menjadi pelopor, motivator, menopang dan menghargai orang yang tidak menyebarkan virus Covid-19 dengan disiplin tinggal di rumah, cuci tangan sesering mungkin, memakai masker, menjaga jarak fisik dan sosial (fisical and social distancing), isolasi mandiri, dokter dan para medis, kegiatan diakonal baik secara pribadi maupun lembaga (swasta, pemerintah), para hamba Tuhan yang setia melayani, penjaga ketertiban dan keamanan serta pemerintah yang melakukan segala upaya menghentikan pandemi ini

2. Mengasihi sungguh-sungguh.

Tanpa kasih agape tidak mungkin kita berbuat baik dan menghargai orang yang berbuat baik. Kasih itu nampak dalam bentuk charity berbaik hati, affection kasih sayang, benevolence melakukan kebajikan dan perbuatan baik dengan tanpa henti.

Tindakan agape itu menyelamatkan jiwa, menutupi banyak dosa dan pelanggaran (Yakobus 5:20; Amsal 10:12). Syarat pengikut Kristus akan saling melindungi, membantu dan menyelamatkan adalah memiliki agape. Dalam keadaan kesulitan baik fisik, emosional, ekonomi maupun sosial yang diakibatkan virus Covid-19 dibutuhkan virus kasih agape untuk ditularkan agar menjadi antidote (penawar, pencegah, penyelesaian).

Baca Juga:  Pnt GSVL khadim ibadah HUT 121 GMlM Petra Tountimomor Kakas

3. Berdoa sungguh-sungguh.

Berdoa sungguh-sungguh akan mengingatkan dan mem-bangkitkan semangat kasih agape. Berdoa sungguh bukan berdoa reaktif dan emosional. Hanya berdoa apabila emosi, fisik dan hubungan sosial mengalami masalah. Tapi dilakukan dengan sadar, penguasaan diri dan tekun. Dalam keadaan ketakutan dan terancam, berdoa harus dikendalikan oleh iman dan akal sehat. (1Korintus14:15). Cara mengendalikan emosi, ketakutan dan kekwatiran adalah berjaga-jaga, hati-hati dalam berucap dan bertindak serta berpuasa untuk mengen-dalikan nafsu dan amarah.

4. Melayani sungguh-sungguh.

Apa tindakan nyata kasih agape? Motif dasar pelayanan diakonia oleh oikonomos, stewards yang benar adalah solidaritas atas penderitaan manusia. Dengan kasih agape pengikut Kristus akan sungguh-sungguh bersedia menolong, menjamu/menyuguhkan, menemani, merawat, mengatur ‘oikos’ rumah secara adil agar tidak ada yang berkekurangan.

5. Rela menderita dan tetap setia dalam solidaritas

Pengikut Kristus harus bergembira, bersukacita dan berbahagia karena dapat mengambil bagian memikul salib. Mengapa bergembira, bersukacita dan berbahagia dalam penderitaaan? Supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yak 1:2-4)

Menghadapi kekwatiran terhadap ancaman kematian oleh pandemi virus covid 19 kita dikuatkan oleh firman 1 Korintus 15:55,57-58: Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apa arti mengasihi dengan sungguh-sungguh dan apa yang harus dilakukan oleh oikosnomos (pelayan dan semua pengikut Kristus) menopang dan menghargai mereka yang bekerja keras untuk kebaikan ?
2. Mengapa pengikut Kristus harus tetap berbuat baik walau menderita termasuk karena dampak Covid-19 ?

NAS PEMBIMBING: 1 Kor 16:18

POKOK-POKOK DOA:
– Doakan dokter dan para medis yang merawat pasien Covid-19.
– Doakan pemerintah yang berusaha mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya.
– Doakan agar pengikut Kristus tetap setia dan saling menolong.