Nama baiknya dicemarkan, Kepsek SMPN 10 Manado bakal polisikan pemilik akun FB Budijo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto pemilik akun FB Budijo. Foto lain Kepsek SMP Negeri 10 Manado Mientje Watuseke.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Manado Mientje Watuseke naik pitam saat dituduh memperebutkan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) dengan pegawai tata usaha di sekolahnya.

Hal itu bermula dari postingan media sosial Facebook (FB) dengan nama akun Budijo, sejak Rabu (08/07/2020).

Tanpa embel-embel dugaan, Budijo memposting tuduhan dengan narasi “DANA BOS SMP 10 manado diperebutkan kepsek dengan tatausaha”, dan dibagikan di beberapa grup FB, termasuk grup FB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado.

Tak hanya itu, dalam postingan lain Budijo juga menuduh Kepsek SMPN 10 tersebut tidak pernah berada di sekolah sehingga berbagai pengurusan legalisir tidak dilayani dan terabaikan.

Tuduhan itu ia tulis “Mohon pak wali kota tinjau kepala sekolah smp 10 mempersulit surat yg akan di legestrasi dua hari ke smp kepseknya tidak masuk sekolah,” demikian tulis Budijo, yang kemudian diposting di grup FB Pemerintah Kota Manado.

Bukti postingan pemilik akun FB Budijo yang diposting di grup FB.

Atas tuduhan itu, Kepsek Mientje Watuseke memberikan respon. Sudah dua hari sejak memposting tuduhan itu, sampai Jumat (10/07/2020) hari ini tidak ada penjelasan dan permintaan maaf pemilik akun Budijo tersebut.

“Pertama soal tuduhan dana BOS, itu sama sekali tidak benar. Kedua soal mempersulit legaliser, saya pastikan setiap hari saya ke sekolah karena dalam masa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Mungkin kebetulan saya keluar sebentar, si bapak ini datang dan tidak menunggu,” ujar Watuseke.

Merasa apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak benar, maka ia akan menempuh jalur hukum dan mempolisikan pemilik akun FB Budijo, karena telah mencemarkan nama baiknya.

“Saya beri waktu 1×24 jam kepada yang bersangkutan (Budijo) untuk menjelaskan maksudnya menulis seperti itu. Saya sudah konsultasi kepada suami untuk memproses secara hukum, jika tidak memberikan klarifikasi,” tegas isteri salah satu hakim ternama di Sulawesi Utara ini.

Baca Juga:  BNN dan IWO kerjasama cegah dan berantas narkoba

Kemudian kepada atasannya, yakni Walikota Manado dan Kepala Dinas Pendidikan Manado, serta kepada rekan-rekan kepala sekolah dan guru, Watuseke memohon maaf atas ketidak-nyamanan ini.

“Saya yakin Pak Wali dan Pak Kadis Pendidikan sudah baca postingan tuduhan itu, saya minta maaf. Saya pastikan tuduhan itu tidak benar,” ujarnya.(DONWU)