Perlukah JPAR mundur dari jabatan Rektor? Ini jawaban Humas UNIMA

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rektor Julyeta PA Runtuwene. Inzet: Humas UNIMA Irwany Maki.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Beberapa hari terakhir ini jabatan Prof DR Julyeta PA Runtuwene MS (JPAR) sebagai Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) dipermasalahkan beberapa orang, seiring keikut-sertaan JPAR di Pilkada Manado tahun 2020.

Bahkan ada yang mendesak agar JPAR harus mundur dari jabatannya tersebut. Menanggapi isu desakan mundur oleh pihak yang bukan berasal dari UNIMA, membuat pihak kampus yang berlokasi di Tondano Minahasa ini angkat bicara.

Kepala Sub Bagian Hukum UNIMA sekaligu Humas UNIMA Irwany Maki SH MH pun menjelaskan beberapa aturan, yang intinya tidak mengharuskan JPAR untuk mundur dari jabatan Rektor.

Pertama, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pasal 119 dan 123 sangat terang menjelaskan tentang ASN apabila mencalonkan diri sebagai calon Kepala Daerah bahwa wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari ASN sejak mendaftar sebagai calon.

Kedua, Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah Nomor 10 tahun 2016 dalam ketentuan terkait syarat calon kepala daerah dari ASN harus mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan.

Ketiga, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020 Pasal 4 poin 1 Huruf u. Bahwa calon kepala daerah harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak ditetapkan sebagai calon.

Keempat, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan pemilihan kepala daerah.

“Dari poin-poin tersebut sudah jelas menerangkan bahwa yang bersangkutan nanti mengajukan pengunduran diri secara tertulis dari ASN sejak mendaftar sebagai calon (di KPU),” ujar Irwany Maki kepada BERITASULUT.co.id, Rabu (29/07/2020) sore.

Sesuai masa jabatan Rektor UNIMA periode 2016-2020, masa tugas JPAR akan berakhir 2 September 2020. Sementara tahapan pilkada dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur jadwal pendaftaran calon yakni 4-6 September 2020.

Baca Juga:  Mendikbud Nadiem Makarim: Gerbang generasi milenial telah terbuka

“Dengan demikian, seandainya JPAR ikut pilkada maka pendaftaran calon di KPU setelah masa jabatannya sebagai Rektor UNIMA telah berakhir,” tukas Irwany Maki.(DONWU)