Prof JPAR mundur dari Calon Rektor UNIMA, kenapa?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ketua Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNIMA Prof DR Rudi Pakasi MPd menyerahkan hasil penjaringan Bakal Calon Rektor UNIMA 2020-2024 kepada Rektor/Ketua Senat UMIMA Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS, Senin (29/06/2020) hari ini.

TONDANO, BERITASULUT.co.id – Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS (JPAR) mundur dari pencalonannya sebagai Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) periode 2020-2024.

Keputusan mundur ini diambilnya sesaat sesudah dirinya dinyatakan lolos seleksi administrasi bakal calon Rektor UNIMA 2020-2024 bersama 10 kandidat lainnya.

Kepastian mundur dari kontestan Carek UNIMA ini disampaikan Prof JPAR di hadapan Senat UNIMA dan Panitia Pemilihan Rektor UNIMA, dalam rapat Senat UNIMA yang digelar di lantai 3 Gedung Rektorat UNIMA, Tondano, Kabupaten Minahasa, Senin (29/06/2020) hari ini.

“11 orang (kandidat) memenuhi syarat dilihat dari kelengkapan berkas. Namun setelah sidang tadi, maka ditetapkan 10 orang bakal calon karena satu orang mengundurkan diri yakni Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNIMA, Prof DR Rudi Pakasi MPd.

Kenapa? Menurut Pakasi, alasan Enci Paula -sapaan akrab JPAR- mengundurkan diri sebagai Carek UNIMA, karena dirinya hanya akan fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Rektor UNIMA periode 2016-2020 hingga habis masa periode.

“Yang bersangkutan (JPAR, red) akan fokus untuk menyelesaikan tugasnya sebagai rektor sampai selesai masa jabatannya berakhir. Namun panitia belum menerima notulen rapat (tertulis) mengenai penetapan bakal calon. Karena itu domainnya pimpinan senat,” ujar Pakasi.

Sebelumnya, dalam Rapat Senat UNIMA, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Prof DR Rudi Pakasi MPd telah menyerahkan hasil penjaringan Bakal Calon Rektor UNIMA 2020-2024 kepada Rektor/Ketua Senat UMIMA Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS.

Klik hasil penjaringan Carek UNIMA 2020-2024 Laporan Hasil Penjaringan (BSC)

Baca Juga:  Bagaimana cinta GSVL dan JPAR bersemi dan menikah 33 tahun silam? Ini kisah singkat JPAR