Rio Sangkaen: Tolong Pak Bupati

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

TOULUAAN, BERITASULUT.co.id – Aroma tak sedap mencuat ke publik lewat postingan media sosial Facebook milik Rio Sangkaen. Dalam cuitannya menuding oknum Hukum Tua (Kumtua) Desa Toundanouw, Kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), melakukan intervensi dan intimidasi.

“Lapor pak, saya Perangkat Desa Toundanouw. Saya dinyatakan oleh hukum tua bahwa saya sudah tidak lagi sebagai perangkat desa. Sementara hanya dengan alasan untuk penerimaan BST kemudian saya diintervensi untuk memilih 600 ribu atau dipecat menjadi perangkat desa,” cuit Rio dalam group facebook James Sumendap, SH, Rabu (27/05/2020).

Dalam tulisan Rio mengatakan bahwa, setahu dirinya, bila sudah diberhentikan harus ada surat pemberhentian secara resmi dari kumtua dan kecamatan. Ia pun meminta keadilan dalam masalah tersebut.

“Kalaupun saya diberhentikan dengan alasan BST, seharusnya ini tidak adil. Akan tetapi ada pertanyaan dari saya, ini aturan langsung dari bupati atau gimana?. Kalau keluarga perangkat desa menerima BST harus ada pilihan intimidasi, terima 600 atau diberhentikan dari perangkat desa,” keluh Rio.

Lagi dalam cuitan Rio, kalau hal tersebut adalah aturan bupati harus seperti demikian, maka ia pun menerima dengan ikhlas. “Mohon pencerahan pak Bupati yang terhormat dari saya sebagai Perangkat Desa Toundanouw. Save pak Bupati, tolong pak Bupati jelaskan masalah ini,” pintanya.

Ia menambahkan, sementara dari kecamatan belum ada informasi atau surat tembusan yang ditujukan untuknya. “Sesuai bukti bahwa sudah ada konfirmasi dengan camat bahwa saya sudah diberhentikan. Maaf untuk pertanyaan ini cuma butuh penjelasan,” tutup akun facebook, Rio Sangkaen.

Hukum tua Desa Toundanouw, Marthen Pelealu ketika dihubungi awak media belum memberi keterangan jelas terkait hal tersebut.

Baca Juga:  Pekan depan DPRD Mitra "turun gunung" ke desa-desa

“Begini bos, sementara kwa baba cirita deng camat ini. Nanti, napa kwa sementara ba cirita, rasa bagitu lei,” singkat Kumtua Marthen via telepon seluler.(HENGLY)