RSK Mata Sulut mulai dibangun, ini maket dan isinya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Maket RSK Mata Sulut yang mulai dibangun.

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus (RSK) Mata Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Jln WZ Yohanes, Wanea, Kota Manado, dimulai, Senin (18/11/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Sulut Debie Kalalo menjelaskan bahwa lokasi pembangunan ini berada di atas lahan sertifikat HGB Nomor 31 tahun 1984.

Untuk luas bangunannya, kurang lebih 12.040 m2; terdiri dari dua lantai basement dan 4 lantai gedung utama. Pembangunan gedung utama berfungsi sebagai ruang rawat inap, ICU, ruang bedah (OK), Ruang Pre operasi, ruang post operasi ruang OK Lasik, poliklinik dan ruang tunggu dengan luas total 11.736 M2.

“Seluruh bangunan rumah sakit khusus mata Provinsi Sulawesi Utara ini sudah rampung di akhir tahun 2020 sehingga secara operasional sudah dapat dilakukan pada awal tahun 2021,” ujar Kalalo.

Dijelaskan pula, RSK Mata ini dibangun dengan jenis perawatan terdiri dari: Ruang rawat inap 30 tempat tidur, ICU 2 tempat tidur, Ruang bedah Ok 5 unit, Ruang Pre Operasi 4 tempat tidur dan 6 kursi, Ruang post operasi 7 tempat tidur dan 7 kursi, Ruang Ok Lasik 2 unit, dan Ruang poliklinik 11 klinik.

Sedangkan jenis unggulan pelayanan di RSK Mata ini adalah, pemeriksa pengunjung diagnostik penyakit dengan kelainan retina, pemeriksaan penunjang diagnostik penyakit dengan kelainan mata pada anak, pemeriksaan pengunjungan diagnostik penyakit glaukoma dan pemeriksaan penunjang diet penyakit infeksi pada mata.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE berharap seluruh tahapan pembangunan rumah sakit dapat berjalan lancar, dan pengoperasiannya nanti dapat dilaksanakan sesuai waktu yang ditetapkan.

“Saya sangat berharap paling lambat 10 bulan sudah selesai agar supaya bisa termanfaatkan dengan baik karena cuaca juga mendukung dan semua peralatan juga di Provinsi Sulut lengkap karena banyak infrastruktur lagi dibangun di Sulut. Kalau ada hambatan saya kira silahkan langsung koordinasi agar supaya hambatan-hambatan di lapangan tidak menghambat untuk pembangunan ini ke depan,” tukasnya.(STEV)

Baca Juga:  Sama dalam konsep pariwisata, sinergitas Olly dan GSVL akan terus dipelihara