SMST GMIM November 2020 akan digelar secara virtual

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sekretaris BPMS Bidang Data dan Informasi, Pdt Janny Ch Rende MTh.

TOMOHON, BERITASULUT.co.id – Pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhirnya, membuat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM tahun 2020 akan berbeda. Sidang yang rencananya digelar November 2020 mendatang akan berlangsung secara virtual.

Untuk memperlancar kegiatan tersebut, Bidang Data dan Informasi Sinode GMIM telah menyiapkan aplikasi berkaitan dengan hal itu.

“Kita masih menghadapi pandemi covid-19, itu alasan utamanya. Untuk persidangan virtual ini, kami sudah menyiapkan aplikasi. Kami membaginya dalam dua kategori, persidangan virtual dan persidangan virtual plus,” ujar Sekretaris BPMS Bidang Data dan Informasi, Pdt Janny Ch Rende MTh.

Apa yang membedakan persidangan virtual dan persidangan virtual plus? Rende menjelaskan, persidangan virtual ini akan berlangsung selama tiga hari.

“Dua hari pertama adalah persidangan virtual, sedangkan hari ketiga adalah persidangan virtual plus untuk pengambilan keputusan,” tutur dia.

Secara teknis, tambah Rende, direncanakan pada persidangan virtual selama dua hari, peserta sidang yang diutus setiap wilayah harus duduk bersama di satu tempat dan menggunakan satu link yang akan dibagikan Bidang Data dan Informasi Sinode GMIM.

“Tentu saja materi persidangan sudah lebih dahulu dibagikan ke wilayah-wilayah. Peserta juga diwajibkan untuk mengisi kuisioner sehingga ketika persidangan virtual dimulai setiap tanggapan akan ditampilkan lewat aplikasi,” jelas dia.

Sedangkan untuk sidang virtual plus pada hari terakhir untuk pengambilan keputusan, bila mendapatkan izin, rencananya akan dilangsungkan di Aula Wale Ne Tou Tondano, Kabupaten Minahasa.

“Teknis persidangan sama seperti sebelumnya. Aplikasi tetap mengikuti persidangan normal tapi waktunya saja yang kita pangkas hanya lima sampai enam jam setiap hari,” ungkap Rende.

Sementara itu Koordinator Tim Sistem Informasi Terpadu (SIT) Bidang Data dan Informasi GMIM, Edmon Komansilan, menjelaskan, aplikasi yang dibuat sekira dua minggu ini telah diuji coba.

Baca Juga:  Khadim ibadah HUT 56 JSPS Pakowa, Pnt JPAR: Hikmat Allah kunci sukses kehidupan orang percaya

“Uji coba aplikasi persidangan berlangsung baik. Sekarang kita sementara mempersiapkan untuk melatih para operator,” ujarnya

Aplikasi yang dibuat hanya khusus untuk menampilkan dokumen selama persidangan. Sedangkan untuk tampilan wajah peserta, dikolaborasikan dengan aplikasi zoom.

“Aplikasi persidangan nanti berisi dokumen-dokumen atau materi yang diberikan oleh BPMS dan BPPS dan rencana program sinode tahun 2021,” kata Komasilan.

Pada aplikasi ini juga, lanjut dia, peserta dapat menyampaikan tanggapan dengan lebih mudah.

“Kalau sebelumnya setiap seksi dibagi dan menunggu hasil tanggapan menggunakan kertas yang harus dicetak dan dibagikan, sekarang dapat disampaikan langusng melalui aplikasi yang ada,“ tuturnya.

Peserta sidang wajib mendaftarkan nomor whatsapp ke Bidang Data dan Informasi Sinode GMIM. Hal ini penting, agar peserta dapat mengikuti persidangan dengan baik, termasuk tepat waktu.

“Kami telah membuat whatsapp chat bot untuk mengirim username peserta dan mengingatkan peserta misalnya untuk masuk dalam persidangan lima menit sebelumnya melalui robot yang diatur oleh sistem ini, untuk itu para peserta perlu mendaftarkan nomor whatsapp ke bidang data,” tutup Komansilan.

Sumber: dodokugmim