Survei: Puan tertinggal jauh dari Ganjar dalam daftar Capres

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, Khofifah Indar Parawansa, Puan Maharani, Tito Karnavian.(foto-foto: istimewa)

JAKARTA, BERITASULUT.co.id – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait presiden pilihan masyarakat.

LSI bertanya kepada responden soal siapa yang akan dipilih menjadi presiden jika Pilpres digelar hari ini. LSI melakukan simulasi tertutup untuk 14 nama yang akan dipilih sebagai presiden.

Alhasil, dari sesama politisi PDI Perjuangan, nama Ketua DPR-RI yang juga putri Ketua Umum PDI Perjuangan, Puan Maharani, berada di posisi 11 dengan responden 0,8 persen. Atau jauh tertinggal dari sesama politisi PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 14,7 persen.

Lantas siapa di posisi teratas? Nama Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati urutan pertama dengan 25,3 persen, disusul Ganjar dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi ketiga pada angka 13,1 persen.

“Posisi Pak Ganjar dengan Pak Anies sebenernya hampir setara, hanya sedikit sekali perbedaannya. Hanya saja memang posisi Pak Prabowo jauh sekali,” ujar Direktur LSI Djayadi Hanan dalam rilis virtual, dikutip dari liputan6.com, Senin (22/02/2021).

Di urutan selanjutnya ada nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dari nama-nama tersebut, 5 nama masuk jajaran Menteri yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, Mahfud MD, Erick Thohir, dan Tito Karnavian.

Kemudian 4 nama Gubernur, masing-masing Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Khofifah Indar Parawansa.

Berikut simulasi tertutup 14 nama temuan LSI:

1. Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan / Ketua Umum Partai Gerindra) : 25,3 persen.

2. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah / Ketua DPP PDIP) : 14,7 persen

Baca Juga:  Mantan jurnalis Ketuai Komisi I DPR-RI, ini komposisi lengkapnya

3. Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) : 13,1 persen

4. Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Parekraf / Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra): 9,5 persen

5. Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) : 6,9 persen

6. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) : 6,2 persen

7. Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) : 14,4 persen

8. Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI) : 2,2 persen

9. Mahfud MD (Menko Polhukam) : 2,0 persen

10. Erick Thohir (Menteri BUMN) : 1,6 persen

11. Puan Maharani (Ketua DPR-RI / Ketua DPP PDIP) : 0,8 persen

12. Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri / Mantan Kapolri) : 0,6 persen

13. Budi Gunawan (Kepala Badan Intelijen Negara / Mantan Wakapolri) : 0,5 persen

14. Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR-RI / Ketua Umum PKB) : 0,3 persen

Tidak tahu/rahasia 10,4 persen

Survei ini dilakukan terhadap mereka yang berusia 17 tahun atau sudah menikah dan memiliki hak dalam pemilihan umum.

Survei dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel yakni +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih pada 25 hingga 31 Januari 2021.

Bikin pusing PDIP

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan, tingginya elektabilitas Ganjar justru akan membuat PDIP, partai yang menaunginya menjadi pusing.

“Tingginya elektabilitas Ganjar malah bisa bikin pusing PDIP sebagai partainya. Soalnya, di satu sisi PDIP sendiri sudah mempersiapkan calon (Puan Maharani), namun di sisi lain muncul kader yang lebih potensial,” kata Fadhli sebagaimana diberitakan SINDOnews.

Seperti diketahui, sejumlah pihak menyebut PDIP akan menduetkan Prabowo-Puan di Pilpres 2024. Aroma koalisi ini sudah terendus dengan masuknya Prabowo dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ditambah lagi dengan banyaknya bangunan koalisi PDIP-Gerindra di Pilkada Serentak 2020.

Baca Juga:  Resmi ditetapkan, 2019 ada 20 hari libur nasional dan cuti bersama

“Hitung-hitungannya, kalau PDIP memaksakan Puan maju dengan elektabilitas rendah tentu akan merugikan koalisi, sementara masih ada kader dengan elektabilitas tinggi. Karena kita tahu siapa Mbak Puan,” kata dia.

Namun, jika Ganjar tidak dipilih tentu saja akan ada konsekuensinya juga. Ganjar bisa berpaling dari PDIP dan menjadi lawan koalisi PDIP.

“Kemungkinan kalau Ganjar tidak diduetkan ya dia bisa keluar dari PDIP. Itu hitung-hitungan kalau elektabilitasnya tetap bagus. Karena sudah pasti dengan elektabilitas itu akan ada koalisi lain yang berminat,” tukasnya.(LIP6/SIND/DONWU)