Tanggapi polemik perpanjangan penutupan tempat hiburan, GSVL: Sudah dipertimbangkan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Walikota Manado, GS Vicky Lumentut.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 044/021/PEMDAL-PTSP/638/2020 tertanggal 1 Agustus 2020, terkait perpanjangan penutupan semenyara tempat hiburan di Kota Manado.

Kebijakan ini cukup mendapat perhatian serius dari beberapa kalangan, termasuk warga yang bekerja di beberapa tempat yang disebutkan dalam edaran, yakni tempat hiburan malam, spa, pusat olahraga, permainan daring, tempat bermain anak/keluarga, serta restoran/hotel.

Menanggapinya, Walikota GSVL menjelaskan bahwa kebijakan yang diambilnya sudah dipertimbangkan dengan matang, dikaji, dan selalu didasarkan pada update data secara realtime baik kejadian di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, maupun di tingkat Nasional.

Hal ini juga dilakukannya sebagai integrasi penanganan kesehatan dan ekonomi dengan prioritas penanganan kesehatan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas (Ratas) kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, Senin (27/07/2020) lalu di Istana Negara, Jakarta.

“Dari data-data yang saya amati dan kaji bersama, serta berdasarkan arahan dan kebijakan secara nasional tentang integrasi penanganan kesehatan dan ekonomi, diputuskan bahwa tempat-tempat hiburan belum dapat diijinkan beroperasi,” ujarnya Senin (03/08/2020) pagi.

Dikatakannya, belum bisa dibukanya tempat hiburan tersebut karena Manado masih berada dalam Zona Risiko Tinggi atau Zona Merah yang salah satu penyebabnya adalah angka konfirmasi (positif) masih terus bertambah.

“Saya lakukan ini untuk menjaga Kota Manado agar virus yang belum ada vaksinnya ini tidak bertambah atau meningkat angka kasusnya baik yang positif atau suspek, serta mencegah agar tidak banyak penularannya di Manado,” tukas Walikota GSVL.

Diketahui, pada edaran yang juga dipolemikkan warga di media sosial ini, kebijakan pembukaan tempat hiburan dll dapat dilakukan jika zona risiko berada pada kategori rendah atau zona kuning atau tidak ada kasus (baru) atau zona hijau.

Baca Juga:  BNI-IWO Manado serahkan bantuan bencana alam ke posko induk Pemkot Manado

Berdasarkan penjelasan status risiko yang dikeluarkan oleh Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, terdapat beberapa klasifikasi berdasarkan zona kriteria yang ditandai pewarnaan tertentu dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh warga.

”Dalam sudut pandang medis, langkah yang diambil Pak Walikota sudah tepat. Di samping status zona risiko Kota Manado masih tinggi/merah yang disertai dengan penambahan kasus yang masih signifikan, sebagaimana hasil penelitian WHO yang telah dipublkasikan Gugus Tugas Nasional, Covid-19 sangat rentan menyebar di tempat tertutup,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas Penanganan yang mengkoordinasikan kebijakan dan rencana aksi serta implementasi penanganan kesehatan.

Dikatakannya, semua tahu bahwa tempat hiburan malam, spa, pusat olahraga, permainan daring, tempat bermain anak/keluarga, serta restoran/hotel, sebagian besar merupakan tempat tertutup dengan sirkulasi udara kurang bagus.

“Pada kondisi sekarang seperti pemberlakuan protokol penanganan versi 5 yang tidak lagi mewajibkan orang dengan status Covid-19 tanpa gejala atau OTG diisolasi di rumah sakit tetapi menjalani isolasi mandiri, potensi masalah akan menjadi rawan dan meningkat kerawanannya jika OTG enggan diisolasi. Hal-hal ini, membuat tempat-tempat tersebut sangat rawan menjadi tempat penyebaran virus,” ujar dokter Marini.(DONWU)