Besok, program doa serentak di Manado mulai dijalankan

Pencanangan Manado Kota Berdoa pada akhir tahun 2018 lalu, mulai dijalankan awal tahun 2019 ini.

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Program yang dicetuskan Pemkot Manado melalui Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, bahwa setiap tanggal 1 di bulan berjalan akan dilakukan doa serentak di semua tempat ibadah di Kota Manado, akan mulai dijalankan Jumat (01/02/2019) besok.

Program ini merealisasikan launching Manado Kota Berdoa yang telah dilakukan 28 November 2018 lalu di Taman Berkat Jalan Piere Tendean Boulevard. Sebagai implementasi dari pencanangan ini, Pemkot Manado melalui Sekda Micler CS Lakat SH MH telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor 044/02/Setdako/87/2019 tentang Sosialisasi Manado Kota Berdoa, yang ditujukan bagi tokoh agama, Camat dan Lurah se-Kota Manado.

Inti dari Surat Edaran tersebut adalah mengajak warga/jemaat/umat/jemaah masing-masing agama untuk memanjatkan doa secara khusus baik pribadi maupun keluarga pada setiap tanggal 1 bulan berjalan di tempat ibadah, kecuali bertepatan dengan hari rutin ibadah dan hari raya keagamaan.

Kemudian memfasilitasi masyarakat yang akan memanjatkan doa di tempat ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. “Camat dan Lurah agar berkoordinasi dengan tokoh agama setempat untuk dibukanya tempat-tempat ibadah yang akan digunakan oleh masyarakat setiap tanggal 1 bulan berjalan,” ujar Sekda Lakat.

Jadikan life style

Walikota GSVL dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa masyarakat Manado yang majemuk dengan berbagai pemeluk agama dan keyakinan serta di tengah perbedaan suku dan etnis, bisa menyatu dalam doa kepada Tuhan yang Maha Esa. Ini dimaksudkan agar Kota Manado selalu dijaga oleh Tuhan dan dijauhkan dari berbagai musibah, ancaman serta gangguan.

“Kehidupan masyarakat Manado yang religius yang percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, saya yakin kota ini akan selalu dijaga dan diberkati oleh Tuhan. Sehingga, kita bisa terhindar dari bencana atau musibah juga ancaman-ancaman disintegrasi yang dapat memecah belah kebersamaan kita di Manado,” ujar Walikota GSVL.

Untuk itu dirinya juga mengajak warga Kota Manado agar menjadikan doa sebagai life style atau gaya hidup. “Saya harapkan komitmen ini tidak hanya ditekadkan dalam pencanangan pada hari ini, tetapi mari kita jadikan Doa sebagai lifestyle atau gaya hidup kita warga Kota Manado. Kita jaga toleransi dan kedamaian di kota yang kita cintai ini,” ajak pria yang juga dipercayakan sebagai pelayan Tuhan, Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM ini.

Olehnya, kata Walikota GSVL, setiap tanggal 1 bulan berjalan, seluruh tempat ibadah dibuka untuk kegiatan doa bersama. “Setiap tanggal 1 awal bulan, rumah-rumah ibadah akan dibuka dan diadakan Doa Bersama sesuai ajaran agama masing-masing. Kita berdoa agar Tuhan selalu menjaga kita semua,” ujarnya.(DONWU)

Exit mobile version