Diduga terlibat penipuan, mantan Wakil Gubernur ditangkap polisi

Mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta ditahan Polda Bali.

DENPASAR, BERITASULUT.CO.ID – Satu lagi pejabat publik terlibat kasus. Kali ini, mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Ketut Sudikerta ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Kamis (04/04/2019), karena menjadi tersangka penipuan terhadap bos Maspion Group.

Sebagaimana diberitakan kompas.com, Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengungkapkan, Sudikerta ditangkap pukul 14.19 Wita di Gate 3 domestik Bandara Ngurah Rai Bali dan hendak terbang menuju Jakarta. “Yang bersangkutan langsung diperiksa di ruang penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali,” ujarnya.

Ketut Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp150 miliar pada Senin (11/03/2018) silam. Sudikerta menawarkan dua objek tanah di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, kepada pemilik Maspion Group, Ali Markus pada tahun 2013. Sementara objek tanah yang sama pernah dijual ke PT Dua Kelinci. Padahal Maspion secara kewajiban sudah sudah memberikan hampir Rp150 miliar.

Atas perbuatan tersebut, Sudikerta dilaporkan Ali Markus ke Polda Bali. Sudikerta diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan/atau menggunakan surat/dokumen yg diduga palsu seolah-olah asli dan/atau Pencucian uang.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau pasal 3 UU Nomor 8 th 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan tindak Pidana pencucian uang. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara, denda paling banyak 10 miliar rupiah,” ucap AKBP Hengky Widjaja.

Berikut kronologi kasusnya sebagaimana dikutip detikcom:

2013:
Sudikerta menawarkan dua obyek tanah di kawasan Jimbaran yang diklaim sebagai miliknya kepada bos Maspion Alim Markus. Belakangan diketahui, salah satu obyek tanah yang diakui milik Sudikerta tersebut rupanya merupakan milik Pura (tempat ibadah). Sementara satu tanah lainnya sudah dijual ke perusahaan lainnya.

2018:
Mencalonkan diri jadi Gubernur Bali namun kalah oleh lawannya yaitu Wayan Koster yang kini menjadi Gubernur Bali.

3 Desember 2018:
Polda Bali menetapkan Sudikarta jadi tersangka kasus penipuan tanah. “Terkait penetapan Pak Sudikerta selaku tersangka dalam kasus penipuan, penggelapan, termasuk juga penggelapan dokumen dan pencucian uang,” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho saat jumpa pers di Mapolda Bali.

Penasihat hukum Sudikerta, Togar Situmorang menyebut pihaknya belum menerima surat penetapan tersangka kliennya. Togar menyebut Sudikerta menerima penetapannya sebagai tersangka dan akan patuh pada proses hukum.

“Kami sebagai tim kuasa hukum belum mendapatkan info dari pihak kepolisian atau surat resmi terkait penetapan tersangkanya Pak Sudikerta. Dengan penetapan tersangka Krimsus Polda Bali kami menyampaikan apresiasi dan semoga penetapan tersangka Pak Sudikerta betul-betul dilandasi profesional dan tidak ada motif lain. Kalau ada surat panggilan klien kami kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti yang sifatnya subyektif,” tutur Togar.

5 Desember 2018:
Sudikerta dicopot sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali.

4 April 2019:
Polda Bali menangkap Sudikerta di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dia ditangkap saat mau terbang ke Jakarta.

Profil singkat:
Drs I Ketut Sudikerta, lahir di Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, 29 Agustus 1967 (umur 51 tahun) adalah mantan Wakil Gubernur Bali 2013-2018. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Badung 2005-2010, lalu terpilih kembali pada periode 2010-2015.

Di tengah menjalani periode keduanya, ia maju menjadi calon Wagub Bali pada Pilkada Bali 2013 berpasangan dengan Gubernur petahana, I Made Mangku Pastika, dan terpilih sebagai Wagub Bali periode 2013-2018.

Di Pilkada Bali periode 2018-2023, dia coba keberuntungan maju sebagai calon Gubernur. Namun dia kalah oleh lawannya yaitu Wayan Koster yang kini menjadi Gubernur Bali.(KOMC/DETC)

Exit mobile version