MTPJ GMIM 31 Mei s/d 6 Juni 2020: Peristiwa Pentakosta bukti Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menjadi alat-Nya

  • Bagikan

BACAAN ALKITAB: Kisah Para Rasul 2:14-40

Alasan Pemilihan Tema
Peristiwa ketuangan Roh Kudus atau hari Pentakosta (Hari yang kelima puluh sesudah Paskah) menjadi awal mula kehadiran Gereja di dalam dunia ini. Roh Kudus bekerja, menyelami semua suku dan bangsa untuk memperkenalkan kasih Allah yang besar melalui anak-Nya Yesus Kristus kepada semua umat manusia. Dan sampai saat ini, Gereja tetap eksis untuk terus memberitakan kasih Allah tersebut melintasi segala abad, waktu dan tempat karena pekerjaan Roh Kudus.

Kuasa Roh Kudus yang menggerakkan hamba-hamba dan pelayan-Nya untuk tetap setia memberitakan Injil Yesus Kristus, maka sekalipun banyak tantangan dan rintangan namun eksistensi Gereja semakin ditunjukkan. Injil terus dikabarkan, semakin dihambat semakin merambat.

Peran Roh Kudus terus menghadapi segala tantangan zaman ini sehingga gereja dan orang Kristen tetap kokoh dan masuk dan berkarya dalam segala keadaan dan situasi, budaya, bahasa, bangsa untuk membawa orang percaya semakin menyadari panggilannya untuk bersekutu, bersaksi dan melayani di segala tempat abad dan bangsa. Karena itu, tema perenungan diminggu ini adalah “Karya Roh Kudus tidak dapat dibatasi oleh zaman dan bangsa”.

Pembahasan Tematis
Peristiwa pencurahan Roh Kudus di Yerusalem hendak menyatakan kepada semua murid dan orang-orang percaya bahwa karya Roh Kudus dapat memberikan ruang keberanian kepada siapa saja yang mau dipakai Tuhan untuk menjadi saksi menyuarakan kuasa Kristus yang besar bagi dunia.

Ketika mendengar orang banyak berkata bahwa murid-murid Yesus pada waktu itu mabuk oleh anggur, Petrus berdiri dengan berani dan mengatakan bahwa hal itu tidaklah mungkin, sebab saat itu barulah pukul sembilan. Sebelum pukul Sembilan, pada hari-hari sabat dan hari-hari raya, orang Yahudi tidak makan atau minum apalagi mabuk. Kesebelas murid yang adalah orang-orang Yahudi tidaklah mungkin melanggar adat orang Yahudi. Karya Roh Kuduslah yang memampukan Petrus berkata seperti itu. (Ayat 14-15)

Selanjutnya Petrus mengangkat apa yang disampaikan nabi Yoel dalam kitabnya. Ini merupakan berita penggenapan dari suatu nubuat. Dengan keterangan ini Petrus memikat hati para pendengarnya yang sedang mendengarkan dengan sungguh-sungguh.Orang-orang Yahudi yang beriman, hidup sesuai perkataan para nabi (lihat ayat 17).

Baca Juga:  Pnt GSVL pimpin Rakor PKB Sinode GMIM bahas isu strategis pelayanan

Kata “mencurahkan” dan “semua manusia” menunjukkan kelimpahan pekerjaan Roh Allah dan tidak adanya batas mengenai bangsa dan manusia yang di dalam hatinya Roh Allah akan bekerja. Tidak saja kepada para nabi dan imam yang akan menerima bagian pada karunia-karunia Roh Allah, melainkan semua manusia. Dan nabi Yoel pun menubuatkan bahwa apabila penggenapan janji Allah ini akan dimulai, maka pelbagai gejala dari padanya akan nampak, yaitu pekerjaan Roh Kudus yang khusus, serta kelihatan adanya gejala-gejala alam. Ada bunyi seperti angin keras dan lidah-lidah seperti nyala api. Angin menunjuk pada Roh (pneuma) dan lidah menunjuk pada berbagai bahasa yang mereka ucapkan karena pekerjaan Roh Kudus.

Gejala-gejala alam yang muncul ini, adalah tanda bahwa Allah mulai meng-genapi janji-Nya yang telah diberikan-Nya kepada Abraham. Jadi gejala-gejala ini merupakan bukti kehadiran Sang Mesias. Dimana gejala-gejala ini menunjuk pada proses krisis sebagai akibat hukuman terhadap dosa-dosa manusia dan ada jalan yang dibuka oleh Allah sendiri, bahwa mereka yang mau datang dan berseru, bertobat dan berbalik akan diselamatkan. (Ayat 16-21)

Nama Yesus adalah nama yang lazim digunakan oleh orang Yahudi pada waktu itu. Karena itu Petrus menyebut nama Yesus sebagaimana ia dikenal: Yesus dari Nazaret dan Dia inilah Mesias yang dinantikan, di mana dalam kehidupan Yesus menjadi nyata rencana keselamatan Allah yang hebat. Ada banyak tanda dan mujizat yang diadakan oleh Yesus, bukan dengan kekuatan-Nya sebagai manusia, melainkan dengan kekuatan ilahi-Nya. Demikian juga dengan karya pengorbanan-Nya di atas kayu salib sebagai bagian dari rencana Allah untuk keselamatan manusia, sekalipun tangan-tangan orang Yahudi yang durhaka juga terlibat dalam derita yang dialami Yesus. (Ayat 22-23)

Kebangkitan Yesus juga adalah merupakan bukti bahwa kekuasaan maut (sebagai hukuman atas dosa) telah dikalahkan. Yesus yang diutus oleh Allah, tidak dapat dikuasai terus oleh maut, sebab di dalamnya juga berlangsung rencana Allah. (Ayat 24).

Baca Juga:  MTPJ GMIM 5-11 April 2020, Minggu Sengsara VI: Salib Yesus dan kekejaman dunia

Sekali lagi Petrus memberikan sebuah bukti Kitab Suci. Ia mengutip perkataan raja Daud mengenai Sang Mesias. Sesuai dengan janji Allah, Daud menantikan bahwa yang akan duduk di atas tahta-Nya adalah seorang dari keturunan Daud yang akan memerintah selama-lamanya. Dengan penuh keyakinan Petrus membentangkan betapa nyanyian pengharapan dan penantian Daud ini telah digenapi dengan sempurna di dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. (Ayat 25-31)

Petrus kemudian menyimpulkan kesaksiannya.Yesus sudah dibangkitkan dari antara orang mati, dan karena hal inilah para Rasul dapat memberikan kesaksian.Yesus yang telah ditinggikan, mencurahkan Roh Kudus ke atas murid-murid-Nya, lewat peristiwa yang menggemparkan yang dikenal dengan hari Pentakosta atau hari ketuangan/ pencurahan Roh Kudus. Petrus mengakhiri ucapannya dengan mengatakan bahwa Yesus yang telah kamu salibkan, telah ditinggikan oleh Allah, supaya menjadi Tuhan dan Kristus. (Ayat 32-36)

Selanjutnya reaksi para pendengar pada waktu itu. Keharuan menguasai mereka sebagai bentuk pekerjaan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang bekerja. Timbullah rasa takut, tetapi juga rasa penyesalan, sehingga menimbulkan pertanyaan: Apakah yang harus kami perbuat? Jawaban Petrus adalah pertobatan dan memberi diri mereka di baptis, dengan demikian janji-janji berkat akan dialami, sehingga terhindar juga dari angkatan yang jahat.

Orang yang disentuh hatinya oleh Roh Kudus akan selalu digerakkan untuk melakukan apa yang baik sesuai kehendak Tuhan. Pertobatan dan pemberian diri orang-orang dari berbagai suku dan bangsa itu untuk dibaptis adalah pembuktian bahwa kuasa Roh Kudus tidak dapat dibatasi oleh sekat-sekat dan batas yang dibuat oleh manusia, karena Ia menguasai seluruh aspek kehidupan manusia. (Ayat 37-40)

Makna dan Implikasi Firman
Kuasa Roh Kudus menembus seluruh kehidupan orang percaya yang mau mempercayakan diri kepada Tuhan. Dengan dorongan kuasa Roh Kudus, manusia diberi keberanian untuk mengatakan yang benar, berpikir positif dan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan.

Peristiwa Pentakosta membuktikan bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi alat-Nya menyatakan dan memberitakan Injil tentang keselamatan yang dikerjakan di dalam Yesus Kristus. Karena itu, Tuhan pun bisa memakai kita sebagai alat-Nya asalkan kita mau menyerahkan hidup untuk Tuhan dan berkarya untuk Tuhan.

Baca Juga:  PPKM Mikro berlaku, BPMS GMIM kembali keluarkan surat terkait peribadatan

Kebangkitan Yesus Kristus membuktikan bahwa ada kuasa yang tak terbatas yang mampu melakukan segala sesuatu dalam kehidupan manusia. Kuasa inilah yang akan memampukan manusia (orang percaya) dalam menapaki hari-hari hidup yang dianugerahkan Tuhan.

Ketika Injil diberitakan dan direspon dengan baik, maka bagi orang-orang percaya yang membuka hati menerima kuasa Roh Kudus.

Kekuatan kuasa Roh Kudus tak terbatas oleh suku, budaya, bahasa dan bangsa. Karena itu dalam kehidupan bersama sebagai bangsa Indonesia yang juga sedang merayakan hari lahir Pancasila, marilah kita tetap memperkokoh nilai persatuan dan kesatuan hidup berbangsa dengan keyakinan bahwa kuasa Roh Kudus akan selalu mengikat kita dalam kasih kepada Tuhan. Di dalamnya kita tetap menjaga alam bumi pertiwi ini dalam perayaan hari Lingkungan hidup. Bahkan pula dalam perayaan Hari Persatuan P/KB, kiranya Peran Roh Kudus tetap memelihara persatukan P/KB sekalipun ada dalam perbedaan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang dikatakan dalam perikop ini tentang peran Roh Kudus?
2. Bagaimana hubungan Roh Kudus dengan tema minggu ini?
3. Apa yang menghambat pekerjaan Roh Kudus bagi orang percaya dan apa yang harus dilakukan oleh gereja?

POKOK-POKOK DOA
– Pekerjaan Roh Kudus dapat teralami dalam kehidupan semua warga gereja.
– Roh Kudus dapat memberkati hamba-hamba-Nya dan mencurahkan Roh Kudus kepada mereka sehingga dapat melayani dengan berani dan setia.
– Pekerjaan Roh Kudus menghentar semua orang percaya semakin menyadari tujuan kehadirannya di dalam dunia untuk menjadi berkat bagi sesama, termasuk alam dan lingkungan hidup.
– Memaknai hari lahir Pancasila kiranya nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dapat semakin diperkokoh kendati pun ada dalam kepelbagaian.
– Roh Kudus tetap memelihara persatukan P/KB sebagai imam, nabi dan raja sekalipun ada dalam perbedaan.(*)

  • Bagikan