Ini penjelasan Marcos Kairupan soal tender di UKPBJ Manado

  • Bagikan
Kabag UKPBJ Kota Manado, Marcos Kairupan.
Kabag UKPBJ Kota Manado, Marcos Kairupan.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Pelaksanaan tender proyek di Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Manado sudah sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan dituangkan dalam Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa.

“Kami di sini dalam nenjalankan tender proyek sudah sesuai mekanisme,” ujar Kepala Bagian UKPBJ Kota Manado, Marcos Kairupan, Senin (13/07/2020).

Dijelaskannya, dalam mekenisme tender pasti akan ada perusahaan yang merasa tidak puas. Bahkan, jika ada perusahan yang mengikuti tender dan berada di peringkat atas dan tidak menjadi pemenang, artinya berkas perusahaan tersebut ada yang tidak lengkap sehingga gagal dalam mengikuti tender.

“Perusahaan peringkat satu di board, itu belum tentu menjadi pemenang dalam tender. Bisa saja dalam klarifikasi teknis tidak lolos atau berkas tidak lengkap, sehingga otomatis gugur,” ujar Kairupan.

Karena itu jika ada sanggahan yang akan dilakukan oleh perusahaan, ia manyarankan agar mengajukan lewat sistem yang tersedia, agar bisa dijawab alasannya seperti apa sehingga gagal dalam tender proyek. Bukan diajukan secara manual.

Disinggung soal proyek pengadaan insenerator di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, sebagaimana juga yang ditanyakan Anggota DPRD Kota Manado saat hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) lalu, Kairupan mengatakan bahwa ia sudah menjelaskan secara normatif, meskipun saat pelaksanaan tender pertama pada bulan September 2019 lalu, dia belum menjabat sebagai Kabag UKPBJ Kota Manado.

“Saat ditanyakan para anggota dewan, saya jawab secara normatif. Semua sudah dijalankan sesuai mekanisme,” kata Kairupan.

Tetapi kemudian, meskipun proyek insenerator itu gagal tender, dan tetap dijalankan itu sudah di luar kewenangan Bagian UKPBJ.

Baca Juga:  Terima bantuan kapal perikanan BBG, ini pesan Walikota GSVL pada nelayan

“Apapaun hasilnya, termasuk tender gagal itu dituangkan dalam berita acara. Berkas proyek gagal tender itu, dikembalikan lagi kepada Dinas Lingkungan Hidup agar bisa tahu apa alasannya. Selanjutnya, untuk proses Pengadaan Langsung (PL) pengadaan insenerator, kami (UKPBJ) sudah tidak tahu lagi, karena itu dilakukan oleh dinas terkait,” jelas Kairupan.(DONWU)

  • Bagikan