Ketahui apa itu CHSE pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19

  • Bagikan
Kadis Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu.
Kadis Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lagi gencar-gencarnya mendorong penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE pada usaha-usaha wisata dan ekonomi kreatif, untuk membangkitkan lagi sektor ini dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Kota Manado menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mendapatkan kucuran dana dalam sosialisasi dan implementasi CHSE sebesar 19,4 Miliar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu, Senin (16/11/2020).

Lalu, apa itu CHSE? “Kunci keberhasilan pariwisata agar dapat segera rebound adalah pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE dengan baik dan disiplin di tiap destinasi tujuan dan pelaku sektor pariwisata,” kata Menparekraf, Wishnutama Kusubandio beberapa waktu lalu, dilansir dari okezone.com.

Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan dan disiplin tinggi, maka tidak mudah bagi sektor pariwisata Indonesia untuk dapat bangkit kembali. Kemenparekraf telah menerbitkan buku panduan khusus, terkait protokol kesehatan berbasis CHSE bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Kuncinya adalah pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Wishnutama.

CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

CHSE dibuat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Tujuannya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka mencegah terjadinya episenter atau kluster baru selama masa pandemi.

Mengutip dari laman Kemenparekraf, CHSE diterapkan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pariwisata terdiri dari hotel, restoran daya tarik, homestay, usaha perjalanan wisata, pemandu, SPA, MICE, dan minat khusus. Sedangkan Ekonomi Kreatif terdiri dari bioskop, seni pertunjukan, musik, seni rupa, fashion, kuliner, kriya, fotografi, dan wahan permainan.(DONWU/OKEZ)

  • Bagikan
Exit mobile version