Ketahui ruang lingkup penerapan CHSE di tengah pandemi Covid-19

  • Bagikan

MANADO, BERITASULUT.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lagi gencar-gencarnya mendorong penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE pada usaha-usaha wisata dan ekonomi kreatif, untuk membangkitkan lagi sektor ini dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

CHSE dibuat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dan berikut ini adalah ruang lingkup penerapan CHSE:

1. Cleanliness (Kebersihan)
• Mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer
• Ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun
• Pembersihan ruang dan barang publik dengan disinfektan/cairan pembersih lain aman dan sesuai
• Bebas vektor dan binatang pembawa penyakit
• Pembersihan dan kelengkapan toilet bersih
• Tempat sampah bersih

2. Health (Kesehatan)
• Menghindari kontak fisik, pengaturan jarak aman, mencegah kerumunan
• Tidak menyentuh bagian wajah, mata, hidung, mulut
• Pemeriksaan suhu tubuh
• Memakai APD yang diperlukan
• Menerapkan etika batuk dan bersin Pengelolaan makanan dan minuman yang bersih dan higienis
• Peralatan dan perlengkapan kesehatan sederhana
• Ruang publik dan ruang kerja dengan sirkulasi udara yang baik
• Penanganan bagi pengunjung dg gangguan kesehatan ketika beraktivitas di lokasi.

3. Safety (Keamanan)
• Prosedur penyelamatan diri dari bencana
• Ketersediaan kotak P3K
• Ketersediaan alat pemadam kebakaran
• Ketersediaan titik kumpul dan jalur evakuasi
• Memastikan alat elektronik dalam kondisi mati ketika meninggalkan ruangan
• Media dan mekanisme komunikasi penanganan kondisi darurat

4. Environment (Ramah Lingkungan)
• Penggunaan perlengkapan dan bahan ramah lingkungan
• Pemanfaatan air dan sumber energi secara efisien, sehat demi menjaga keseimbangan ekosistem
• Pengolahan sampah dan limbah cair dilakukan secara tuntas, sehat, dan ramah lingkungan
• Kondisi lingkungan sekitar asri dan nyaman, baik secara alami atau dengan rekayasa teknis
• Pemantauan dan evaluasi penerapan panduan dan SOP Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.(*)

  • Bagikan
Exit mobile version