Dukung program bupati lewat kampung tangguh, Desa Silian Kota zero covid-19

  • Bagikan
Program Kampung Tanggung, Pemdes Silian Kota Perketat Penanganan Covid-19
Program Kampung Tangguh, Pemdes Silian Kota Perketat Penanganan Covid-19

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) lewat program Kampung Tangguh yang dicanangkan Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Jocke Legi, mendapat perhatian serius dan dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Silian Kota, Kecamatan Silian Raya, Minahasa Tenggara (Mitra).

Dalam rangka menunjang program tersebut, Hukum Tua Silian Kota, Ben Watania mengatakan, pertama yang harus dilakukan dalam program kampung tangguh yaitu penanganan virus corona. Menurutnya, ini sejalan dengan slogan Mitra saat ini yakni Melaju21, artinya siaga satu dalam penanganan Covid-19.

“Sejak bulan Maret 2020, persoalan virus corona ini belum terselesaikan, tapi lambat laun Kabupaten Mitra khususnya Desa Silian Kota akan berusaha menyelesaikan semua yang dihadapi guna melawan Covid-19,” kata Ben Watania.

Hukum Tua Desa Silian Kota, Ben Watania (berdiri)

Diketahui, Presiden RI, Kapolri, dan Panglima TNI telah mengawinkan program kampung tangguh dan siaga Covid-19. Untuk itu, beberapa waktu lalu Bupati James Sumendap telah menandatangani surat keputusan bupati berkaitan penanganan virus corona di desa.

Kabupaten Minahasa Tenggara sendiri telah berupaya maksimal dan melakukan semua hal berkaitan dengan pencegahan Covid-19. Mulai dari penjagaan ketat lewat posko siaga di semua pintu masuk Mitra, rapid test antigen massal bagi seluruh tenaga kesehatan, kepala SKPD, para pejabat, anggota DPRD sampai para hukum tua, perangkat desa, bahkan para pemuka agama. Karena merekalah yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Monitoring dan Sosialisasi Polres Mitra di Posko Kampung Tangguh Silian Kota

Lanjut, sementara berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Silian Kota, mulai dari anggaran, persiapan, sosialisasi sampai pelaksanaan dan pelayanan terus dimaksimalkan. Bahkan seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama ikut dilibatkan. Demikian halnya posko siaga 1×24 jam yang melibatkan perangkat desa, BPD, ASN dan THL di desa setempat.

“Dan sesuai rilis resmi gugus tugas Covid-19 Mitra, di Silian Kota sejauh ini terdapat 6 orang yang positif virus corona. Namun setelah selesai menjalani isolasi mandiri maupun di rumah sakit, akhirnya mereka telah dinyatakan sembuh. Jadi, sekarang ini sudah tidak ada lagi warga Silian Kota yang terpapar Covid-19,” ungkap Watania.

Baca Juga:  Penanganan Covid-19 jadi poin penting penyusunan RKPD 2021

Untuk itu, Watania pun berharap dukungan dan keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua unsur terkait untuk berpartisipasi menunjang program pemerintah dalam menangani persoalan Covid-19. Ia juga meminta hal ini menjadi perhatian semua pihak agar bertindak pro aktif dan secara bersama-sama mengawasi pelaksanaannya dan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Hal ini bukan lagi persoalan pemerintah saja, tapi sudah menjadi persoalan semua elemen masyarakat, persoalan universal umat manusia sehingga semua berkewajiban turut serta menangani masalah ini. Kita semua terpanggil demi menyelamatkan saudara kita, keluarga kita, dan terutama diri kita sendiri. Tetap kita harus kedepankan protokol kesehatan dalam hal penanganan pandemic global ini,” tegas Watania.

Ia menambahkan, dalam menangani dan memerangi virus corona harus mengedepankan protokol kesehatan dengan tidak mengabaikan bidang perekonomian. “Ekonomi akan berjalan dan bergerak terus, sambil tetap menangani ketertiban masyarakat yang secara serius,” tambahnya.

Berkaitan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan, Ben Watania juga meminta dukungan dan penanganan serius pihak Kepolisian dan TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja apabila ada pelanggar protap sehingga dapat langsung ditindak. (HENGLY)

  • Bagikan