Jam operasional pelaku usaha diperlonggar, Steven Runtuwene: Tetap jangan pandang enteng!

  • Bagikan
abid PK3 Dispar Manado Steven Runtuwene (tengah) saat menjadi narasumber dialog publik tentang Kelonggaran Pembukaan Pelaku Usaha Wisata Khususnya Tempat Hiburan Malam, Cafe, dan Resto di Kota Manado, yang digelar RRI Manado, Kamis (29/04/2021) pagi.

Manado, BERITA SULUT – Pemerintah Kota Manado terus berupaya mengeluarkan regulasi dan kebijakan di tengah pandemi Covid-19, agar masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa dan roda perekonomian berputar.

Di bidang pariwisata, kelonggaran terus diberikan pemerintah. Hanya saja, para pelaku usaha khususnya tempat hiburan malam, cafe dan restoran, dihimbau agar taat mematuhi protokol keseharan pencegahan Covid-19.

“Tetap jangan pandang enteng. Kita masih berada di zona oranye, jadi prokes memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan mengindari kerumunan harus dipatuhi dan diterapkan para pelaku usaha,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kapasitas Kepariwisataan (PK3) Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado Steven Runtuwene, saat menjadi narasumber di RRI Pro 1 Manado, Kamis (29/04/2021) pagi.

Dan dalam rangka mencegah penularan Covid-19, Wali Kota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 44 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Dalam surat yang telah disosialisasikan oleh Satgas Covid-19 Kota Manado itu, diatur jam operasional tempat usaha yang sebelumnya hanya diperbolehkan dibuka hingga jam 8 malam diberi kelonggaran hingga Pukul 24.00 Wita.

“Jadi kelonggaran ini harus dibarengi dengan kesadaran pelaku usaha dalam menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” ujar mantan Kabag Humas Setdakot Manado ini.

  • Bagikan
Exit mobile version