MTPJ GMIM 31 Oktober – 6 November 2021: Kenakanlah manusia baru

  • Bagikan

Sebab orang percaya harus menunjuk pembaharuan hidup; pembaharuan roh dan pikiran dalam karya Roh Kudus. Ayat 24, kalimat “mengenakan manusia baru”: punya pengertian metafora juga yang artinya hidup baru dalam Kristus (2 Korintus 5:17).

Diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan; perubahan hidup yang diupayakan dalam pertolongan Tuhan. Jadi orang percaya harus hidup dalam kebenaran dan kekudusan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Ayat 25-31 merupakan manifestasi dari kehidupan “manusia lama” melalui sikap, sifat, karakter dan perbuatan yang tercela: dusta, amarah dan tidak mau mengampuni; mencuri, perkataan kotor, mendukakan Roh Kudus, akar pahit, pertikaian, fitnah dan segala bentuk kejahatan.

Menurut Krisostomus (uskup Konstantinopel pada abad ke 4 M) “Kemalasan membuat orang menjadi pencuri”. Dalam pernyataan Yunani “to gar kleptein argias estin” artinya mencuri adalah akibat dari kemalasan.

Jadi orang percaya bukan hanya harus bekerja keras untuk makan dan hidup, tetapi juga harus menjadi saluran berkat bagi mereka yang berkekurangan dan membutuhkan pertolongan. Ayat 32 merupakan klimaks dari ajaran Paulus tentang kehidupan sebagai “Manusia Baru” yakni: keramah-tamahan, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni.

Dengan demikian ajaran Kristus tentang pengampunan dan mengampuni menjadi sangat penting, seperti ungkapan Paulus dalam akhir ayat ini yaitu: “seperti Allah di dalam Yesus Kristus yang telah lebih dahulu mengampuni kamu”.

Baca Juga:  MTPJ GMIM 6-12 Maret 2022 (Minggu Sengsara I) : Membangun spiritual melalui puasa diakonal
  • Bagikan