Andrei Angouw pesimis pelayanan publik akan maksimal, kok bisa?

  • Bagikan
Walikota Manado Andrei Angouw dan Sekda Micler CS Lakat foto bersama Senator Djafar Alkatiri di sela kunker untuk menyerap aspirasi terkait RUU tentang Perubahan Atas UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, di Pemkot Manado, Jumat (05/11/2021) sore.(bsc)

Manado, BERITASULUT.co.id – Walikota Manado Andrei Angouw melontarkan pernyataan yang bernada pesimis sekaligus kritik berkaitan dengan pelayanan publik berbasis digitalisasi.

“Di era digital saat ini, bagaimana kita bisa melaksanakan pelayanan publik dengan baik dan maksimal, sementara ada area-area tertentu yang susah signal,” ujar Andrei kepada Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Utara, Djafar Alkatiri, Jumat (05/11/2021) sore.

Djafar sendiri melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pemerintah Kota Manado untuk menyerap aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Atas UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Kunker tersebut digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jln Balaikota Tikala, dihadiri Sekda Micler CS Lakat, sejumlah pejabat Eselon II Pemkot Manado hingga para Camat.

“Ini kita di Manado saja kadang sulit mengakses signal. Dan saya tidak bisa bayangkan bagaimana dengan di daerah lain, apalagi sampai pelosok,” tukas Andrei.

  • Bagikan
Exit mobile version