Kandouw dan Pepah sepakat, BSGCC TdNS 22 tidak sekadar lomba tapi promosi pariwisata Sulut

  • Bagikan
Dirut BSG yang juga Ketua ISSI Sulut Revino Pepah asyik menggowes sepeda dalam event BSGCC Tour de North Sulawesi 2022 (25/06/2022) hari ini. Foto lain Wagub Sulut yang juga Ketua Umum KONI Sulut Steven Kandouw juga ambil bagian dalam kegiatan ini.

Manado, BERITASULUT.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw membuka sekaligus melepas kegiatan BSG Cycling Community (BSGCC) Tour de North Sulawesi 2022 (TdNS 22) yang digelar Bank SulutGo (BSG), Sabtu (25/06/2022) hari ini.

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT BSG ke-61.

Wagub SK yang juga Ketua Umum KONI Sulut mengatakan, TdNS 22 mampu mewujudkan kebangkitan pariwisata Sulut pasca pandemi Covid-19.

“TdNS tidak sekadar berlomba, mari kita nikmati indahnya panorama Sulut. Tolong promosikan wisata Sulut,” ujarnya di garis star di Kantor Gubernur Sulut, Jln 17 Agustus Manado.

Ia berujar, event ini selain sebagai sarana pembinaan prestasi olahraga bersepeda, juga berdampak bagus bagi pariwisata. Ini kegiatan yang punya multiplier effect

Karena itu, ia mengapresiasi BSG sebagai penyelenggara event. Menurutnya, kegiatan sepeda ini merupakan salah satu wujud kebangkitan pariwisata di Sulut.

“Semoga event seperti ini bisa digelar rutin karena dampaknya banyak, bagi pariwisata dan ekonomi daerah,” kata Wagub SK.

Usai melepas peserta, Wagub SK kemudian turut serta dalam TdNS 22 bersama Dirut BSG Revino Pepah yang juga Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulut.

Wagub SK berbaur bersama ratusan peserta TdNS 22 yang menempuh rute Manado-Kotamobagu sejauh 160 kilometer, dengan melintasi lima kabupaten/kota, yakni Manado, Minahasa, Minsel, Boltim dan Kotamobagu.

Adapun Dirut BSG yang juga Ketua ISSI Sulut Revino Pepah mengatakan, sedikitnya ada 300 pesepeda dari Sulut dan luar daerah yang ikut kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah promosi pariwisata Sulut. Sebab selama gowes sepanjang 160 km itu, para pesepeda akan disuguhkan pemandangan cantik alam pegunungan, pantai dari Minahasa hingga Kotamobagu,” ujarnya.

Ini adalah event gowes pertama di Sulut bertaraf nasional. Peserta ditantang menghadapi sejumlah tanjakan ekstrim dengan tingkat elevasi hingga 1000 meter DPL.

(donwu)

  • Bagikan
Exit mobile version