https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5042428186675242

Ini Pernyataan Penyejuk Stafsus Walikota Manado Reza Rumambi Terkait Polemik PDRB Manado dan Talaud

  • Bagikan
Reza Rumambi.

Manado, BERITASULUT.co.id – Pernyataan Walikota Manado Andrei Angouw soal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Manado yang disangkutpautkan dengan PDRB Kabupaten Kepulauan Talaud terus menjadi polemik.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Staf Khusus (Stafsus) Walikota Manado, Reza Rumambi SE.

Dengan menyejukkan suasana, ia menilai apa yang disampaikan Walikota Manado tersebut bukan untuk perbandingan dari hal lain.

“Saya ini adalah lulusan dari Fakultas Ekonomi Unsrat. Jadi, yang saya baca dan perhatikan dari sambutan Pak Walikota Manado Andrei Angouw di suatu acara mengenai PDRB di Provinsi Sulawesi Utara yang ada di Manado dan mungkin paling bawah adalah Talaud, pertama kita harus lihat bahwa yang dibilang Pak Walikota itu adalah data BPS (Badan Pusat Statistik), bukan perbandingan dari hal lain. Di data BPS menyebutkan mengenai Manado punya PDRB tertinggi dan ada kabupaten/kota lain di bawah termasuk Talaud,” ujar Reza, Senin (25/9/2023) sore.

Ia kemudian menerangkan hal-hal apa saja yang mempengaruhi PDRB?

“Yang saya tahu kalau tidak salah antara lain PAD (Pendapatan Asli Daerah), DAU (Dana Alokasi Umum), ketersediaan tenaga kerja, dan lain-lainnya,” kata Reza.

Jika PDRB di satu wilayah kalau dalam potret BPS itu tinggi, berarti kesejahteraan masyarakat dianggap lebih baik.

“Kalau lebih baik berarti banyak hal, investasi bagus, ketersediaan tenaga kerja bagus, pemerintah hadir menjadi jenderal ekonomi di lapangan, berarti kalau kita melihat PDRB dari kondisi ekonomi makro berarti kan memang Manado lebih tinggi dari yang lain,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut ini.

I
  • Bagikan