Manado, BERITASULUT.CO.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut tahun 2025 Angelia Regina Wenas memberikan catatan penting untuk Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulut, tentang akuntabilitas kinerja.
Hal ini disampaikannya dalam rapat Pansus LKPJ Gubernur Sulut bersama perangkat daerah, di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, Senin (13/4/2026).
Legislator Partai Demokrat Dapil BMR ini pun mempertanyakan soal pembangunan tower jaringan.
“Apakah di tahun 2025 selain provider yang masuk kedesa-desa untuk pembangunan tower jaringan. Apakah program dari dinas untuk bangunan starlink untuk desa terpencil. Karena kan saat ini kita sudah masuk di zaman modern, kita selalu berbincang tentang digitalisasi, AI dan sebagainya. Terkait perkembangan teknologi, ini seharusnya bisa hadir untuk masyarakat,” ungkap Wenas.
Lanjutnya, saat ini pemerintah pusat lewat Kementerian Kominfo digitalisasi punya target agar seluruh desa bisa terkoneksi jaringan di tahun 2026.
“Di Sulut sendiri dari tahun ke tahun jumlah wilayah yang belum terkoneksi jaringan internet kalau tidak salah ada 16 desa. Wilayah Boltim masih ada 3 desa yang belum tersambung jaringan internet yakni Desa Jiko Blanga, Desa Bukaka dan Desa Kokapoi, bahkan di Bolsel masih ada. dan mungkin ada juga di kabupaten lainya. Ini menjadi atensi khusus untuk dinas terkait,” ungkapnya.
Wenas pun mengusulkan, bahwa dalam komunikasi dan kerjasama dengan provider harus terintens.
“Ini supaya cepat teratasi masalah jaringan, saya generasi muda perlu internet, di zaman yang sudah canggi ini jaringan internet dan medsos sangat kursial, ini untuk memperluas akases penting,” jelasnya.
Ia pun mengatakan bahwa ini menjadi PR penting untuk Dinas Kominfo dalam mewujudkan target pemerintah pusat di tahun 2026.
“Saya berikan apresiasi karena setiap tahun koneksi jaringan internet terus bertambah. Dan saya mendapat informasi bahwa tanggal 16-24 april kalau tidak salah akan ada perbaikkan kabel bawah laut yang menghubungkan jaringan sangihe dan sitaro ini di harapkan Dinas Kominfo dapat mengawal ini agar selesai tepat waktu, dan langkah yang cepat menantisipasi, karena pasti jaringan internet akan mati total,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kadis KIPS Sulut Zainudin Hilimi mengatakan, memang untuk beberapa wilayah kota menggunakan Starlink.
“Penyediaan internet di desa, kami sudah berkomunikasi dengan Balai Monitor Komdigi, mereka akan berupaya membantu memfasilitasi kita di desa mana perlu pemenuhan internet. Semoga dalam waktu dekat semua bisa terpenuhi,” pungkasnya.
(IKA)
