GSVL: Gunakan teknologi dengan benar, jangan sebarkan berita hoax

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pnt GS Vicky Lumentut selaku Ketua PKB Sinode GMIM saat memimpin inadah jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut.

MINAHASA, BERITASULUT.CO.ID – Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) menegaskan, perkembangan dunia yang semakin modern ditandai dengan munculnya berbagai peralatan canggih khususnya dalam berkomunikasi. Maka dari itu umat Tuhan dituntut untuk peka dengan makin canggihnya teknologi.

“Sekarang ini, dengan adanya alat-alat komunikasi yang semakin canggih, ada gadget, smart phone, dan lain sebagainya, menjadi tantangan bagi kita semua. Tidak hanya digunakan untuk kebaikan tetapi juga digunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti menyebarluaskan berita-berita yang tidak benar atau hoax,” ujar GSVL selaku Ketua Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) saat menjadi khadim dan memimpin ibadah syukur HUT ke-119 Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut, Wilayah Tandengan, Kabupaten Minahasa, Minggu 14 Oktober 2018 pagi tadi.

“Sekarang ini, kecanggihan alat-alat teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana pembunuhan karakter tetapi bisa jadi alat membunuh manusia secara fisik,” tukas GSVL.

Olehnya, umat Tuhan harus mampu menggunakan kemajuan teknologi untuk menjadi berkat bagi banyak orang. “Sekarang ini, ada Alkitab di handphone kita, itu bisa kita gunakan untuk komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga bisa salah persepsi, karena ada juga isi Alkitab yang sudah diutak-atik dan terjemahannya lain. Ini yang sangat berbahaya,” tukas Pnt GSVL.

Dirinya juga mengingatkan agar jemaat Tuhan bisa bertumbuh dan berkembang di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan dewasa ini. “Mari manfaatkan teknologi canggih yang ada untuk menjadi alat kesaksian seperti yang dilakukan Paulus kepada Jemaat di Antiokhia,” tukasnya.(DONWU)

.

Baca Juga:  Diskusikan pengembangan pasar tradisional, Walikota GSVL bertemu Wamendag Jerry Sambuaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.