Ini penjelasan GSVL, mulai dari pindah parpol hingga proses hukum di Kejagung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

GS Vicky Lumentut. 

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Bergabungnya Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, GS Vicky Lumentut (GSVL) ke Partai Nasdem, ternyata menjadi perbincangan nasional bahkan menjadi viral di media sosial (medsos).

Kondisi ini membuat GSVL yang kini resmi bergabung di Partai Nasdem, merasa harus melakukan klarifikasi. Sebab GSVL merasa bergabungnya dia ke dalam keluarga besar Nasdem adalah kemauannya sendiri tanpa ada paksaan dalam bentuk apapun.

“Partai Nasdem mempunyai cita-cita luhur untuk memperbaiki bangsa dan negara. Dimana Ketum DPP Partai Nasdem bapak Surya Paloh mengatakan bahwa kondisi bangsa sedang sakit, jadi perlu niat dan upaya keras untuk memperbaikinya. Gerakan perubahan restorasi harus dilaksanakan, dan untuk mengawal restorasi ini, teladan dan kejujuran dari pemimpin adalah kuncinya,” ujar GSVL, Sabtu 29 September 2018 malam.

Menurut Walikota Manado ini, penyampaian Ketum Nasdem ini termasuk soal kondisi demokrasi sekarang mulai terjadi pragmatis dan transaksional, tetapi sikap Partai Nasdem adalah anti mahar, bagai magnet dan membuat ketertarikan.

“Itulah yang membuat saya tertarik dan jatuh hati, kemudian saya minta izin dan bermohon untuk diterima menjadi angota partai,” akunya.

Dikatakan, bahwa dirinya sudah 7 tahun lebih menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut. Pun hubungan, dengan DPP dan keluarga besar Partai Demokrat selama ini baik baik saja.

“Mulai dari Ketua Umum pak SBY, Sekjen bung Hinca, Mas AHY, Mas Ibas, Pak PEW dan jajaran DPP serta rekan rekan ketua DPD se-Indonesia, semua baik dengan saya. Tetakhir saya ikut rapat bersama DPP tanggal 17 September 2018 mendengarkan kebijakan DPP dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” jelas GSVL.

Yang menjadi permasalahan politik mungkin, karena GSVL selaku Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, secara terbuka menyatakan ke publik bahwa Demokrat Sulut mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres 2019. Bertentangan dengan keputusan DPP Partai Demokrat yang mendukung Prabowo – Sandiaga.

“Saya sudah secara terbuka telah menyatakan ke publik mendukung Pak Jokowi sebagai Calon Presiden. Alasan saya bersama keluarga besar Partai Demokrat Sulut mendukung pak Jokowi, pertama, rakyat Sulut banyak yang senang dan suka kepada pak Jokowi. Kedua, Presiden Jokowi adalah atasan saya sebagai Walikota Manado, dan saya melihat bahwa selama beliau memimpin Indonesia banyak kemajuan yang telah terjadi melalui kebijakan-kebijakan. Ditambah lagi kerja membangun dengan tulus yang dilakukan untuk kepentingan rakyat di semua wilayah tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras,” ungkap GSVL.

Merasa keputusannya mendukung Jokowi berbeda dengan DPP Partai Demokrat, makanya dia terpaksa keluar dari Partai Demokrat agar tidak mengganggu hubungan baik dengan DPP Partai Demokrat.

“Saya merasa hubungan baik dengan DPP Partai Demokrat akan terganggu dengan sikap saya ini. Oleh karena itu dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan orang lain, saya memilih untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan Partai Nasdem,” tegas GSVL.

Awalnya lanjut dia, di era demokrasi saat ini, berpindahnya seorang politisi ke partai lain, dianggap normal normal saja. Akan tetapi, GSVL sempat kaget ketika sikap dan pilihannya itu malah jadi ramai dan mulai berisik. Bahkan, GSVL mengaku bingung, ketika ada kawan kawannya di Partai Demokrat yang mulai menyerang Nasdem.

“Pindahnya saya ke Partai Nasdem, saya angap normal-normal saja di era demokrasi ini. Tapi ternyata malah jadi ramai dan jadi berisik. Herannya, kenapa kawan-kawan di partai Demokrat menyerang partai Nasdem, padahal kepindahan saya itu karena kesadaran dan keinginan saya sendiri. Untuk semua ketidaknyamanan ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Ketum partai Nasdem yang saya hormati dan banggakan yakni bapak Surya Paloh dan jajaran pengurus serta semua keluarga besar partai Nasdem,” tukasnya.

Selain itu, GSVL yang disinggung wartawan terkait guliran isu pindah ke partai Nasdem imbas adanya panggilan dari Kejagung RI atas jabatannya sebagai Walikota Manado, menegaskan bahwa bergabung dirinya ke Nasdem bukan karena adanya ajakan atau paksaan apalagi jika dikaitkan dengan perlindungan hukum.

“Saya nyatakan bahwa sampai saat ini saya tidak ada masalah hukum. Kawan-kawan mendengar bahwa sekarang ini sedang ada pemeriksaan dugaan korupsi dana bantuan bencana banjir kota Manado tahun 2014 oleh Kejagung. Saya selaku Walikota dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada tanggal 24 September 2018. Tapi, pada saat bersamaan saya sedang sakit dan masuk pada tahapan perawatan maka saya minta izin untuk dijadwalkan kembali. Dan Saya tahu bahwa partai Nasdem anti korupsi, makanya bila dikemudian hari saya terlibat kasus korupsi, dengan kesadaran sendiri saya yang akan mengundurkan diri agar tidak mencemari kredibilitas partai Nasdem,” tukas GSVL.(DONWU) 

Baca Juga:  Mantan jurnalis Ketuai Komisi I DPR-RI, ini komposisi lengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.