Langgar aturan, Walikota perintahkan Dishub jangan takut gembosi mobnas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANADO, BERITASULUT.CO.ID — Komitmen Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE untuk menindak tegas kendaraan yang parkir di atas trotoar dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki benar-benar direalisasikan.

“Saya tegaskan di sini, tidak ada kompromi bagi kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya atau diatas trotoar. Jika kedapatan akan diambil tindakan tegas, banyak yang akan dikempeskan bahkan sampai diderek ke suatu tempat, kendaraannya bisa diambil kembali setelah pemiliknya membayar denda,” ujar Walikota GSVL, Sabtu 6 Januari 2018.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, sudah puluhan kendaraan yang terpaksa harus dikempeskan ban-nya karena melanggar aturan. Tidak hanya kendaraan pribadi saja, kendaraan dinas milik pemerintah juga tak luput dari tindakan tegas aparat gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manado.

Walikota GSVL mengancam akan menarik kendaraan dinas yang tertangkap basah parkir di atas trotoar. Dirinya pun memerintahkan Dishub agar jangan takut menggembosi ban mobil kendati mobil dinas (mobnas).

“Saya ingatkan kepada semua pemegang kendaraan dinas roda dua dan empat di Pemkot Manado, kalau ditemukan lagi ada yang salah parkir, maka kendaraannya akan ditarik sementara ke kantor Walikota sampai tiba waktu diserahkan lagi kepada yang bersangkutan,” tandasnya.

Dirinya mengingatkan jika kendaraan dinas di Pemkot Manado harus jadi contoh dalam penegakan aturan, bukan sebaliknya justru melakukan pelanggaran. Sikap tegas Walikota Vicky Lumentut memasuki tahun 2018 ini, merupakan bentuk keprihatinan Walikota dua periode tersebut terhadap kendaraan yang terparkir diatas trotoar. Padahal, trotoar dibangun pemerintah diperuntukan bagi masyarakat pejalan kaki agar aman saat di jalan.

“Trotoar itu dibangun untuk pejalan kaki, bukan sebagai tempat untuk parkir kendaraan. Disamping itu, sikap tegas ini diambil karena Kota Manado telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 destinasi wisata di Indonesia. Kita tidak mau kalau ada wisatawan yang mengeluh soal trotoar. Bisa-bisa Walikota digugat karena trotoar,” tegas Walikota GSVL.(DONWU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.