Pemkot Manado kembangkan pembangkit listrik dari limbah hewan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan mendapat penjelasan dari perwakilan Fengshia University soal pengembangan PLTBM.(foto: garykembau-fb)

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Untuk menjawab keresahan sebagian masyarakat Manado akan kebutuhan listrik yang kerap tidak stabil, maka terobosan demi terobosan pun dilakukan Pemkot Manado. Kali ini yang digagas adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM).

Dan pada Jumat 21 September 2018 kemarin, Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kelautan Dan Perikanan (DPKP) Nolfie Talumewo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Johanis Waworuntu bersama Kepala Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Manado Joy Tumbel, meninjau lokasi pengembangan PLTB tersebut yang berlokasi di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken.

Adapun pengembangan PLTBM tersebut merupakan bantuan dari Fengshia University yang berlokasi di Taiwan. Pemkot Manado pun menyambut gembira dengan hadirnya PLTB tersebut.

Wawali Mor menuturkan, alat pembangkit energi Bioenergy tersebut dihasilkan dari sampah maupun limbah hewan yang diproses hingga menghasilkan energi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Selain bisa menghasilkan tenaga listrik juga untuk menjadi tempat study bagi para mahasiswa untuk memahami proses penggunaan energy yang terbarukan,” ujarnya.

Dikatakannya, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah. “Dengan menggunakan energy terbarukan ini kita melaksanakan bagian program Smart City yaitu Smart Energy,” tukas Wawali Mor.

Sedikit mengenal tentang Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui pross fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Pada umumnya merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Sumber energi biomassa mempunyai kelebihan yaitu merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan.

PLTBM memiliki dua cara menjadikan Biomassa sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik. Cara yang pertama adalah dengan membakar langsung biomassa padat sehingga boiler menghasilkan uap.

Cara yang kedua adalah dengan melakukan fermentasi atau bisa juga disebut anaerobic disgestion yang nantinya akan menghasilkan biogas dengan kandungan metana dan karbon dioksida serta gas-gas lainnya yang dapat dijadikan bahan bakar.

Pemanfaatan ini bukan hanya dapat membantu masalah kelistrikan namun secara langsung juga dapat menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang diakibatkan oleh limbah yang tidak diberdayakan, khususnya sampah organik.

Perencanaan PLTBM sangat dipengaruhi oleh wilayah yang bersangkutan terutama kesinambungan bahan baku.(DONWU)

Baca Juga:  Bapelitbangda Manado ‘jual’ PANADA LINI di iven AIS Forum 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.