Usai Tiongkok, kini digagas penerbangan langsung Filipina-Manado

  •  
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Penerbangan langsung dari luar negeri ke Manado, khususnya dari Tiongkok, semakin menggeliat. Setiap hari ada saja turis dari Negeri Tirai Bambu yang berkunjung ke Sulut melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Usai penerbangan langsung Tiongkok-Manado, kini digagas penerbangan Filipina-Manado. Kendati Filipina berbatasan dengan Sulut, namun untuk ke Manado melalui jalur udara harus ke Jakarta dulu.
Dan pada Jumat 7 September 2018 kemarin, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw menerima delegasi Filipina yang dipimpin Asisten Sekretaris Otoritas Penbangunan Mindanao Romeo Montenegro, Konsul Muda Manuel C Ayap, Konjen Filipina di Manado Charlie Tyu, Enrico Nabongi dari Fhilippine Airlines Manila, Bryan Sansolis Fhilipine Airlines Jakarta, dan Jeremiah Reyes selaku Atase Perdagangan Jakarta dan Perwakilan dari PAL Express.
Rombongan diterima Wagub Kandouw di Kantor Gubernur Sulut, Jl 17 Agustus Manado. Pertemuan itu untuk membicarakan kerjasama antar dua wilayah tersebut, antara lain terkait penerbangan langsung Davao-Manado, dan sebaliknya.

“Delegasi Filipina melihat potensi bagus, akan dibuka penerbangan Davao ke Sulut. Karena mereka melihat Sulut sudah menjadi hub-port domestik maupun luar negeri,” ujar Wagub Sulut, Steven kandouw.

Selain penerbangan, dalam pertemuan tersebut ikut membicarakan terkait kapal RoRo. Diakui mereka kapal pengangkut barang tersebut terlalu terburu-buru dibuat. “Kunjungan tadi, mereka mau tingkatkan hubungan bisnis antara Filipina Selatan Mindanao dengan Sulawesi Utara. Mereka akui persiapan RoRo terlalu terburu-buru, kapalnya terlalu besar, nanti akan diganti dengan yang kecil,” ujarnya.
Pertemuan itu membicarakan terkait masalah perikanan. “Ternyata dituduh illegal fishing sehingga regulasi moratorium oleh Ibu Susi (Menteri Kelautan). Dampaknya ada investasi di Filipina ditutup. Makanya, kita akan duduk bersama membicarakan itu, agar menguntungkan kedua belah pihak,” ungkap Kandouw.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Filipina juga mengapresiasi pertumbuhan pariwisata Sulut, dimana sesuai pantauan mereka melalui Duta Besar Filipina di Bali, banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang melakukan perjalanan ke Manado setelah berkunjung di Bali. “Untuk itu mereka berharap diwaktu kedepan penerbangan-penerbangan wisman baik dari Bali, Jakarta dan lainnya bisa transit di Manado dan meneruskan perjalanan ke Filipina,” ujar Kandouw.(hpsu)

Baca Juga:  Pembangunan RSK Mata Sulut dimulai, Gubernur: Paling lambat 10 bulan selesai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.