PATUH protokol Covid-19, Bupati CEP minta Kumtua-Lurah perketat kegiatan keluar masuk

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Christiany Euginia Paruntu.

AMURANG, BERITASULUT.co.id – Meskipun Surat Edaran Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (CEP) belum dicabut terkait dengan pembatasan sosial kegiatan kemasyarakatan, namum hampir semua wilayah desa dan kelurahan sudah bebas dan normal.

Kegiatan berkumpul warga pun tak bisa dihindarkan, sehingga hal inipun menyebabkan angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meningkat.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Minsel menyebut, perkembangan kasus Covid-19 sejak 2 minggu terakhir semakin meningkat.

“Secara akumulasi total kasus positif menjadi 74 kasus (orang terpapar/ terkonfirmasi Positif). Dengan rincian 47 kasus sembuh, 19 sementara menjalani Isolasi, dan 8 orang meninggal,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Minsel dr Erwin Schouten.

Kepala Dinas Kesehatan ini berujar, kasus konfirmasi dinyatakan positif lewat pemeriksaan Laboratorium RT-PCR dan TCM. Dimana, Penemuan kasus konfirmasi positif sebagian lewat kegiatan screening Rapid Tes dengan hasil Reaktif dan di tindak lanjuti dengan Swab tes dan hasil dinyatakan positif.

“Sebagian merupakan kasus kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif yang memiliki gejala setelah diswab hasilnya positif, sebagian lagi dirawat di RS dengan gejala Sedang dan Berat setelah keluar hasil PCR Positif. Melihat angka kejadian kasus terkonfirmasi positif di Minsel yg terus bertambah, maka perlu dipertegas lagi kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti semua himbauan pemerintah dan berlakukan protokol kesehatan ketika beraktivitas diluar rumah,” jelas Schouten.

Untuk itu Schouten mengharapkan peran serta semua komponen masyarakat untuk bersama saling menjaga dan mengingatkan kepada warga masyarakat untuk tetap patuhi anjuran pemerintah dengan mengikuti protokoler kesehatan sesuai dengan standar WHO, yakni:

1. Wajib pakai masker.
2. Rajin cuci tangan/gunakan hand sinitizer.
3.Hindari kerumunan orang banyak.
4. Jaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain.
5. Kalau tidak penting jangan keluar rumah.
6. Mandi sampai di rumah, gizi seimbang, olah raga, istirahat cukup.
7. Semua pelaku usaha wajib screening rapid test
8. Penjual/penjamah makanan wajib pakai masker.
9. Jika mendesak boleh mengeluarkan maklumat kepala daerah untuk melarang kegiatan yg memgumpulkan banyak orang, seperti pesta-pesta dan kegiatan sosial lainnya.

Baca Juga:  Pemdes Kumelembuai Satu salurkan BLT-DD tahap III, Kumtua Vendry: Jangan disalah-gunakan

“Semua untuk Minsel Sehat,” tukas Schouten.

Sementara itu, Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menegaskan agar seluruh Camat, Lurah dan Hukumtua untuk tetap memperketat wilayah masing-masing terutama kegiatan warga keluar masuk.

“Dan juga harus ditegaskan kembali tentang penggunaan masker yang akhir-akhir ini sudah banyak diaabaikan warga,” ujar Bupati CEP.

Kemudian perangkat desa harus lebih proaktif dengan memperketat kegiatan keluar masuk desa/wilayah. Masyarakatnya wajib gunakan surat sehat dan HARUS PATUHi protokol kesehatan yang ada yang telah ditetapkan pemerintah.

“Terbukti karena banyak tidak memgikuti aturan sehingga kasus terpapar di Kabupaten Minsel terus meningkat! Diharapkan kerjasa sama serta Sikap yang tegas dari para Lurah/Hukumtua untuk menjalankan fungsi kontrol yang ada,” tegas kandidat Gubernur Sulut ini.(MEIDY)