DPRD Manado hearing Dinas Perkim terkait penghuni Rusunawa Tingkulu

  • Bagikan
Ketua Komisi III DPRD Manado Ronny Jonas Makawata memimpin hearing bersama Dinas Perkim terkait Rusunawa Tingkulu.

Manado, BERITASULUT.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing bersama Pemerintah Kota Manado, di ruang Paripurna DPRD Manado, Jln Pemuda, Sario, Rabu (16/03/2022) kemarin.

Hearing ini sebagai tindaklanjut DPRD Kota Manado menanggapi kisruh terkait penertiban penghuni Rrumah Susun Sewa (Rusunawa) oleh Pemerintah Kota Manado menyusul bangunan yang terletak di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea itu akan segera dirahab.

DPRD Kota Manado melalui Komisi III mengundang Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Manado, yang mendapat pendampingan Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Atto Bulo dan Kabag Hukum Eva Pandensolang. Selain itu, hadir juga perwakilan penghuni Rusunawa Tingkulu.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Manado Ronny Jonas Makawata didampingi Sekretaris Royke Anter dan Anggota Frederik Tangkau, Lucky Datau, Mona Kloer, Jean Sumilat.

Dalam hearing ini, perwakilan penghuni Rusunawa Tingkulu diberikan kesempatan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan keluhan mereka terkait polemik renovasi bangunan gedung.

“Silaka, kami beri kesempatan perwakilan penghuni Rusunawa menyampaikan aspirasi kalian,” ujar Makawata.

Seperti diketahui, Rusunawa Tingkulu akan direnovasi dengan beberapa pertimbangan, yakni kondisi struktur bangunan yang sudah ada rembesan air dan pembenahan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) serta berdasarkan Peraturan Walikota Manado Nomor 43 Tahun 2019.

Pemkot Manado juga sudah melayangkan surat pengosongan Rusunawa Tingkulu dan minta penghuninya kosongan tempat tinggal mulai 1 April 2022.

Dan beragam tanggapan dan pernyataan pun diucapkan para wakil rakyat yang mengikuti hearing.

Frederik Tangkau misalnya, yang minta penundaan pengosongan, supaya tidak ada yang dirugikan.

“Ditunda dulu, cari solusi dulu. Kita harus pastikan nasib mereka seperti apa, dan apakah akan kembali tinggal atau tidak. Jadi memang belum ada solusi dan titik temu dalam RDP tersebut,” ujar Tangkau.

Legislator Manado yang juga dapil Wenang-Wanea ini menegaskan, sangat mendukung program pemerintah untuk merenovasi Rusunawa Tingkulu karena kondisinya yang memang sudah agak kumuh.

“Namun sekali lagi, saya minta pemerintah memperhatikan nasib penghuni rusunawa saat renovasi dilakukan,” tegas Tangkau, seraya berharap pemerintah punya kepekaan, karena penghuni Rusunawa Tingkulu juga warga Manado.

Adapun Royke Anter berharap bahwa penghuni Rusunawa Tingkulu bisa menempati Rusunawa pasca selesai direnovasi.

“Mereka berharap Pemerintah Kota Manado dapat memberikan perhatian bagi penghuni Rusunawa yang layak dan memenuhi syarat untuk menempati kembali Rusunawa,” kata Anter.

Sementara Lucky Datau lebih menyoroti rencana perbaikkan, tata bangunan termasuk IPAL, tetapi harus kedepankan nilai kemanusiaan.

“Tentang kondisi bangunan, untuk pembuangan IPAL, akan tetapi nilai kemanusiaan harus lebih utama. Masyarakat penghuni juga harus tertib administrasi. Jadi temuan kami Komisi III,” kata Datau.

Menanggapinya, Kadis Perkim Kota Manado Peter Eman berujar, semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan unit di Rusunawa Tingkulu.

Tetapi yang pasti, renovasi gedung harus tetap dilakukan untuk kenyamana penghuninya.

“Semua masyarakat Manado memiliki kesempatan tinggal di Rusunawa itu. Akan tetapi masyarakat harus menyiapkan persyaratan, yang nantinya akan diverifikasi apakah sesuai kriteria atau tidak untuk mendapatkan Rusunawa itu,” tandas Eman.

(adv/lipsus)

  • Bagikan