Tsunami Palu, “Tuama 1000 nyali” juga belum ada kabar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Franky Kowaas dengan salah satu aksi terjun ekstrimnya.

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Tsunami akibat gempa dengan Magnitudo 7,7 yang menguncang Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, yang terjadi Jumat 28 September 2018 kemarin, menimbulkan kehawatiran warga yang anggota keluarganya berada di daerah tersebut.

Itu yang juga menimpa Franky Kowaas, penerjun senior Sulut. Pria berjuluk “Tuama 1000 nyali” itu sampai malam ini, Sabtu 29 September 2018, belum bisa dihubungi. Berbagai upaya juga telah dilakukan keluarga hingga kerabat untuk menghubunginya.

Media sosial pun menjadi salah satu saran mengungkapkan kekhawatiran, seperti yang dilakukan Lingkan Kowaas, putri Franky Kowaas.

“Ya Tuhan Yesus, Lingkan mau bermohon jaga papa Franky Kowaas jauhi papa dari marah bahaya petaka. Lingkan tetap mo berdoa for papa yang ada di Palu,” ujar Lingkan.

Pingkan Mandagie, rekan Kowaas sesama penerjun juga saat dimintai informasi, mengatakan kalau sampai saat ini upaya mereka menghubungi masih nihil. “Belum ada kabar,” ucapnya singkat dihubungi via WhatsApp.

Franky Kowaas dan beberapa rekannya diketahui akan mengikuti iven pariwisata Kota Palu yakni Pesona Palu Nonomi yang dirangkaikan dengan HUT ke-40 Kota Palu. Franky Kowaas dan rekan-rekannya dikabarkan menginap di Hotel Roaroa yang diketahui ambruk karena gempa.

Ini nomor telepon yang bisa dihubungi

Sementara itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah membagi beberapa nomor telepon yang dapat dihubungi masyarakat pascatsunami yang terjadi di Palu.

Informasi ini disebarkan melalui akun Twitter resmi @Kemenkumham__RI pada Sabtu 29 September 2018. Beberapa kontak yang dapat dihubungi masyarakat antara lain:

+62451481110 (KANTOR SAR PALU)

+6282291999669 SAYUDI (SAR PALU)

+6285145000022 ASRUL ARIMAN (SAR PALU)

+6285299267110 AHMAD IRVAN (KOMUNIKASI PALU)

Masyarakat dapat menghubungi beberapa nomor kontak di atas untuk mencari tahu kondisi sanak keluarga yang berada di Sulawesi Tengah.

Hingga saat ini, jaringan telekomunikasi di daerah Donggala, Palu dan sekitarnya tidak dapat beroperasi akibat aliran listrik yang terputus pasca gempa. Kementerian Komunikasi dan Informasi pun telah mengirimkan 30 unit telepon satelit melalui Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI).

“Menteri Kominfo Rudiantara telah menugaskan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk mengirimkan 30 unit telepon satelit guna mendukung koordinasi penanganan bencana di Donggala dan sekitarnya,” kata Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo.(DONWU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.