2021 Manado punya kapal wisata “bawah laut”, Walikota GSVL rakor dengan Kemenhub

  • Bagikan
Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat menghadiri rakor bersama Kemenhub, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

JAKARTA, BERITASULUT.CO.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun kapal wisata untuk menunjang pariwisata di Kota Manado dengan desain eco glass bottom boat.

Konsepnya dibuat dengan kaca atau bahan lain yang tembus pandang di bagian bawah kapal. Dengan model itu, penumpang dapat melihat ikan dan pemandangan bawah laut dari perahu, yang nantinya dioperasikan di Taman Laut Bunaken.

Untuk itu, Kemenhub mengundang Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) rapat koordinasi (rakor) di Gedung Wisma Antara Lt.10, Jln Medan Merdeka Selatan No.17, Gambir Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020). Rapat dipimpin Kasub Direktur Jasa Angkutan Laut Kemenhub, Pujo Pujianto.

“Hari ini saya menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan Jakarta untuk pembangunan kapal wisata untuk Kota Manado dan Labuan Bajo NTT. Desainnya glass bottom, dan direncanakan selesai tahun 2021. Manado siap untuk terima dan operasikan kapal wisata tersebut,” ujar Walikota GSVL.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, konsep kapal ini mengadopsi kearifan lokal dan keunikan daerah dalam mendesain kapal, sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo 16 Agustus 2019 lalu.

Menurut rencana, kapal pariwisata itu akan dirancang dengan desain eco glass bottom boat yang dibuat dengan kaca atau bahan lain yang tembus pandang di bagian bawah kapal. Dengan model itu, penumpang dapat melihat ikan dan pemandangan bawah air dari perahu.

Desain itu dirancang untuk orang-orang yang menyukai keindahan panorama bawah laut tanpa perlu menyelam ke dalam air. Pada dek kapal, akan tersedia tempat duduk penumpang yang berdampingan dengan jendela kaca transparan.

“Proses pembuatan kapal akan memakan waktu 6 bulan dengan tahapan studi kelayakan satu bulan, desain dasar atau detailed engineering design selama 2 bulan, dan tahap produksi 3 bulan,” ujar Menhub.

Kapal pariwisata akan dibuat dengan metodologi desain spiral, berukuran 80 GT, yang akan menampung 60 penumpang serta empat orang anak buah kapal, dengan kecepatan maksimal 12 knot.

Dikatakannya, kapal yang akan ditempatkan di Bunaken akan melayani tiga trip dalam sehari, sedangkan kapal di Labuan Bajo akan melayani sebanyak empat trip sehari dengan waktu yang dibutuhkan setiap trip dua jam.

Sejumlah pejabat Pemkot Manado yang terkait ikut mendampingi Walikota GSVL, masing-masing Asisten III Peter KB Assa, Kadis Perhubungan Michael Tandirerung, Kadis Pariwisata Lenda Pelealu, dan Kabag Pemhumas Sonny Takumansang.(DONWU)

Baca Juga:  Wali Kota GSVL sampaikan LKPJ 2020 kepada DPRD Manado
  • Bagikan