Demokrat Sulit Dukung Ganjar Karena Hubungan SBY-Mega, Gabung Prabowo jadi Alternatif

  • Bagikan
Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono saat debat Capres 2009.(ist)

Jakarta, BERITASULUT.co.id – Partai Demokrat secara resmi telah mencabut dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024.

Keputusan itu diambil sehari sebelum deklarasi Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar pada Sabtu (2/9/2023) pekan lalu.

Partai Demokrat sekaligus juga menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY )itu belum menentukan sikap terbarunya terkait Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai, Partai Demokrat lebih condong untuk bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto usai menarik dukungan dari Anies.

Menurutnya, kans Partai Demokrat untuk merapat ke PDI Perjuangan yang telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres lebih kecil lantaran terganjal hubungan yang kurang baik antara Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Potensi Demokrat untuk bergabung memang lebih besar ke Pak Prabowo. Meski pun lagi-lagi kita perlu lebih sabar untuk menunggu pergerakan Partai Demokrat ke depan,” ujarnya, Minggu (3/9/2023) dilansir dari cnn indonesia.

Kendati demikian, Burhanuddin menekankan ada langkah yang harus dipenuhi Partai Demokrat jika bergabung dengan salah satu dari dua koalisi itu.

“Demokrat harus mengubah narasi perubahan yang selama ini disuarakan,” ujarnya.

Menurutnya, Prabowo yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PAN maupun Ganjar sama-sama menjadi bagian dari pemerintah Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  Walikota GSVL dampingi Komisi VIII DPR-RI kunker di Panti Tunanetra Paal IV
  • Bagikan