Renungan Awal Tahun 2026: Rencana Tuhan yang Tak Pernah Gagal

MEMASUKI tahun 2026, kita diajak untuk merenungkan bahwa Tuhan memiliki rencana yang mulia bagi setiap umat-Nya.

Dalam Ayub 42:2 tertulis, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

Firman ini menjadi dasar keyakinan bahwa segala yang terjadi dalam hidup kita berada dalam kuasa dan kebaikan Tuhan.

Sepanjang tahun yang lalu, banyak dari kita merasakan pertolongan dan berkat-Nya—baik dalam pemulihan kesehatan, kelegaan dari kecemasan, maupun jawaban doa.

Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan melepaskan kita dari kesusahan dan menguatkan hati yang berserah kepada-Nya (Mazmur 103:4; 1 Petrus 5:7).

Namun, kita juga diingatkan bahwa rencana yang hanya berdasarkan keinginan manusia tanpa memperhatikan kehendak Tuhan akan sia-sia, seperti yang terlihat dalam kisah pembangunan Menara Babel (Kejadian 11:1-9).

Sebaliknya, ketika kita menyelaraskan rencana hidup dengan kehendak-Nya, kita akan mengalami keberhasilan dan berkah.

Daud adalah contohnya, yang berhasil dalam setiap langkah karena ia berjalan dalam penyertaan Tuhan (1 Samuel 18:14).

Pada tahun 2026 ini, marilah kita jadikan momentum untuk memperbarui komitmen kita kepada Tuhan, menjalani hidup dengan ketaatan dan iman, serta merencanakan segala sesuatu untuk kemuliaan nama-Nya dan kebaikan sesama.

Berkat dan Kedudukan sebagai Anak Allah

Dalam Bilangan 6:22-27, Tuhan memberikan doa berkah kepada umat-Nya: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Pada tahun baru ini, kita dapat berharap akan berkat, perlindungan, dan damai sejahtera dari Tuhan.

Selain itu, melalui Galatia 4:4-7, kita diingatkan bahwa kita bukan lagi hamba, melainkan anak-anak Allah yang menjadi ahli waris-Nya.

Hal ini mengingatkan kita akan kedudukan yang mulia dan kasih karunia yang tak terhingga yang telah diberikan kepada kita melalui Yesus Kristus.

(*)