
MANADO, BERITASULUT.co.id – Gaung Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, untuk tahun 2020 ini tidak begitu terasa.
Pandemic wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19 yang membuat gaungnya tidak terasa. Bahkan berbagai kegiatan yang dilakukan memperingati Hari Kartini 2020 ini seolah tidak ada.
Tapi rupanya peringatan hari bersejarah tersebut tetap dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Manado, tapi dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya.
Caranya, instansi pimpinan Kadis Esther Mamangkey ini menelusuri beberapa wilayah di Kota Manado ini, menemui para perempuan yang terdampak Covid-19, dimana sebagiannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat mereka bekerja.
Kadis Eshter dan tim melakukan pendampingan dan memberikan bantuan untuk mereka, serta membagi-bagaikan masker kepada anak-anak sekitar.
“Banyak perempuan di Manado yang terdampak langsung dari Covid-19. Mereka dirumahkan atau di-PHK dari tempat kerja mereka. Dan tugas kami adalah pendampingan, dan membantu yang bisa kami bantu, meskipun di tengah mewabahnya virus ini,” ujar Kadis Eshter kepada BERITASULUT.co.id, Sabtu (25/04/2020).
Salah satu pejabat perempuan Pemkot Manado ini pun mengingatkan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, kendati di situasi sulit saat ini, tetap mendengarkan instruksi pemerintah agar tetap tinggal di rumah, menggunakan masker jika keluar rumah, jangan berkumpul dengan banyak orang, mejaga jarak dengan orang lain, rajin mencuci tangan agar Covid-19 tidak menyebar.
“Kita sama-sama memutus mata rantai virus corona ini. Jika cepat berakhir masa ini, maka bisa bekerja lagi seperti biasa. Anak-anak jug sudah bisa bermain dengan rekan-rekannya, sudah bisa masuk sekolah,” pesan pejabat yang dikenal peduli perempuan dan anak ini.(DONWU)


















