Dampingi anak bermasalah hukum, DP3A Manado MoU dengan Bapas Kelas I Manado

  • Bagikan
Penandatanganan MoU tentang pendampingan anak bermasalah hukum antara Kadis DP3A Kota Manado Esther Mamangkey dan Bapas Kelas I Kota Manado, di Kantor Bapas, Kamis (20/02/2020).
Penandatanganan MoU tentang pendampingan anak bermasalah hukum antara Kadis DP3A Kota Manado Esther Mamangkey dan Bapas Kelas I Kota Manado, di Kantor Bapas, Kamis (20/02/2020).

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Sejak dipercayakan kepada Esther Mamangkey SE MM, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado terus membuat terobosan dan berinovasi sebagaimana harapan Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL).

Terbaru, DP3A Kota Manado melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Kota Manado, dalam hal penanganan anak bermasalah hukum (ABH).

Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung Kadis Esther Mamangkey dan Kepala Bapas Kelas I Kota Manado, di Kantor Bapas Jln Pumorow, Kota Manado, Sulawesi Utara. MoU ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa anak wajib mendapatkan perlindungan khusus utamanya saat berhadapan dengan hukum. Dan hari ini DP3A Kota Manado MoU dengan Bapas Kelas I Kota Manado, intinya agar anak-anak yang berhadapan hukum diperlakukan laiknya anak saat berhadapan hukum,” ujar Kadis Eshter.

Ia menjelaskan, anak berhadapan dengan hukum yang kemudian mendapatkan pidana penjara harus dipastikan tetap bisa memperoleh haknya sebagai anak. Untuk itulah dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak terkait guna memastikan hal ini dapat dilaksanakan.

“Jadi selama si anak berada di Bapas, kami akan mendampingi dengan beberapa cara. Diantaranya soal pendidikan, kesehatan, pemulihan mental spiritual, psikososial, dan lainnya. Kemudian memastikan si anak tetap bisa memperoleh haknya, sampai kelak si anak keluar dari Bapas,” ujar Kadis Esther, yang didampingi Kabid Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Julinda Logor, dan Kabid Pemenuhan Hak Anak Theodora Sasmito.

Dikatakannya, ada 19 anak yang sementara dibina di Bapas Kelas I Kota Manado. Ia berharap, kelak di anak keluar dari Bapas bisa kembali ke kehidupan yang baik di keluarga dan lingkungan.

Baca Juga:  Resmi, RKUD Manado di Bank SulutGo berlaku mulai hari ini

“Jangan lagi bermasalah dengan hukum, jadilah anak baik-baik. Begitu juga orang sekitar jangan mem-buli si anak tersebut,” pesan Kadis Esther.(DONWU)

  • Bagikan