Tinjau Kesiapan Pendirian Fakultas Kedokteran di Unklab, Felly Runtuwene Sebut Mereka Sudah Siap


Manado, BERITASULUT. CO.ID
-Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene bersama tim visitasi Kementerian Kesehatan RI melakukan tinjau lapangan ke Universitas Klabat (Unklab), Jumat (24/4/2026).

Legislator Partai NasDem pun ini mengungkapkan bagaimana ia merasa sangat senang bisa berada bersama di Universitas Klabat.

“Kesempatan berharga senang hisa berada berada bersaama. Ada energi berbeda di kampus, bisa penuh ide,semangat dan harapan,”ucap Runtuwene.

Ia pun mengatakan bahwa, ia bersama Ibu Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia, Anna Kurniati, untuk mengecek kembali kesiapan dan lain sebagainya untuk proses pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Klabat.

“Di Sulawesi Utara (Sulut) itu ada tiga Universitas, Pertama kan De La Salle. De La Salle sudah dapat, dan ini (Unklab) yang kedua, nanti ketiga Unima. Tiga universitas ini membuka Fakultas Kedokteran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, minimal masyarakat lokal ya, yang ada di Sulawesi Utara,” ujar Runtuwene.

Di Unklab ini, sudah memenuhi kriterian masuknya fakultas kedokteran.

“Tadikan sudah di sampaikan direktur dengan timnya sudah memenuhi. Kita tinggal menunggu waktu, karena ada satu step lagi. Begitu ini dapat ijin dari kementrian kesehatan, ini tinggal mendapatkan ijin dari Kementrian pendidikan. Memang yang paling berat ini, karena menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan permintaan, ini tidak mudah,”jelas Runtuwene.

“Kadang-kadang walaupun itu mahal belum tentu barangnya ada. Kayak manekin. Walaupun dia mahal belum tentu dia ada. Jadi ini salah satu yang sudah dipenuhi Universitas Klabat untuk menjadi syarat ini. Ketika semuanya sudah di aprove semuanya akan berjalan dengan baik karena mereka sudah sangat siap secara fasilitas,”sambungnya.

Katanya, diharapkan juga fakultas ini  bukan hanya ada di sini, tapi juga bisa membantu pelosok-pelosok di Indonesia yang memang pelosok ya, tempat lain mereka juga bisa mengabdi di sana. 

“Jadi, ini harapan kita supaya persoalan yang selama ini kita hadapi kekurangan tenaga medis dan tenaga kesehatan ini bisa terpenuhi dengan dibuka kembali moratorium yang ada,” pungkas Felly.

(IKa)