Imbas wabah Covid-19, Bawaslu Minsel rumahkan 347 Panwaslu Kecamatan, Desa/Kelurahan

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem.
Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem.

AMURANG, BERITASULUT.co.id – Guna mendukung program pemerintah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran wabah corona virus disease 2019 (Covid-19), maka Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut menginstruksikan kepada 3.548 Pengawas Ad Hoc yang terdiri dari 1.710 orang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan staf, serta 1.838 orang Panwaslu Kelurahan dan Desa (PKD) untuk dirumahkan.

Komisioner Bawaslu Minsel.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, maka Selasa (31/03/2020) hari ini Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menonaktifkan 347 pengawas pemilu di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan se-Kabupaten Minsel.

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem, menyebutkan SK penonaktifan Panwascam dan staf secretariat, serta PKD di 177 Desa dan kelurahan, akan berlaku mulai 1 April 2020 besok.

“Dengan begitu semua honorium penyelenggara adhock dihentikan. Karena memang anggaran kita berbasis kinerja. Ketika tahapan ditunda, otomatis tidak ada pengawasan. Sehingga honor tidak dibayarkan. Makanya kami merumahkan untuk sementara sampai ada kejelasan tahapan pilkada,” ujar Eva Keintjem.

Mengenai informasi sampai kapan penundaan tahapan pilkada, kata Keintjem dalam rapat bersama Komisi II, KPU dan Bawaslu berkembang tiga opsi skenario penundaan pilkada.

“Opsi pertama ditunda selama tiga bulan. Berarti Desember 2020. Opsi kedua selama enam bulan yakni Maret 2021. Dan opsi ketiga selama satu tahun jadi September 2021 mendatang,” kata Eva Keintjem.(ADVERT)

Baca Juga:  Cegah dan tertibkan penutupan akses jalan, Pemprov Sulut libatkan TNI-Polri
  • Bagikan