Manado, BERITASULUT.CO.ID – Momen bersejarah tercipta di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado, yang kembali mencetak 10 orang Guru Besar bergelar Profesor.
Pengukuhan gelar dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Unsrat, Kamis (7/5/2026).oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
Berikut ini 10 Guru Besar UNSRAT Manado yang baru dikukuhkan:
1. Prof. Ir. Steenie Edward Wallah, MSc, PhD, IPU. (Fakultas Teknik)
2. Prof. Dr. . Ir. Tiny Mananoma, MT, IPM, ASEAN Eng. (Fakultas Teknik)
3. Prof. Dr. Dolfie Paulus Pandara, SPd, MSi. (Fakultas MIPA)
4. Prof. Dr. Dra. Henny Lieke Rampe, MSi. (Fakultas MIPA)
5. Prof. Joy Elly Tulung, SE, MSc, PhD. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
6. Prof. Ir. Dedie Tooy, MSi, PhD. (Fakultas Pertanian)
7. Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS. (Fakultas Pertanian)
8. Prof. Dr. Ir. Betsy Agustina Naomi Pinaria, MS. (Fakultas Pertanian)
9. Prof. Dr. Ir. Leonardus Ricky Rengkung, ME. (Fakultas Pertanian)
10. Prof. Dr. Cornelis Djelfie Massie, SH, MH. (Fakultas Hukum)
Pada kesempatan itu, Rektor menegaskan bahwa pencapaian gelar tertinggi akademik ini memiliki makna yang luas.
Gelar Guru Besar bukan hanya milik individu yang bersangkutan, melainkan aset berharga bagi daerah.
“Pengukuhan Guru Besar hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan keluarga dan Universitas Sam Ratulangi, serta masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa seorang Guru Besar memikul tanggung jawab moral yang melampaui riset dan publikasi ilmiah.
“Guru Besar hadir bukan hanya sebagai ilmuwan yang bergelut dengan data, tetapi harus tampil sebagai penuntun dan teladan bagi generasi muda,” ujarnya.
Kepada 10 Guru Besar yang baru dikukuhkan, Rektor memberikan pesan kuat bahwa prosesi ini bukanlah garis finis.
“Sebaliknya, ini adalah gerbang menuju tanggung jawab yang lebih besar terhadap masyarakat,” tegas Rektor.
(BSC)



















