Sebagai perusahaan yang diamanatkan oleh UU untuk memberikan perlindungan dasar berupa santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan lalu lintas jalan baik di darat, laut maupun udara, Jasa Raharja terus memperkuat fundamental perusahaan terutama pelayanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut telah didukung oleh penguatan-penguatan yang telah dilakukan berupa digitalisasi proses bisnis melalui aplikasi JRKu yang lebih mutakhir (update), integrasi sistem informasi perusahaan, sumber daya manusia dengan JR Leadership Academy dan sharing knowledge dan learning yang lebih tepat sasaran, tata kelola kegiatan perusahaan di SIAP mobile versi II, dan penguatan-penguatan internal lainnya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Lebih lanjut Rivan mengatakan, upaya menjadi akselerator kinerja unggul pada tahun ini mulai dilakukan berupa pencanangan rejuvenasi peringatan kepada masyarakat melalui redspot (titik rawan kecelakaan).
“Mencapai kinerja perusahaan yang tumbuh berkelanjutan, mencapai tujuan pertumbuhan double-digit, mencapai sasaran kelompok kerja informasi teknologi mulai dari pengumpulan data, integrasi aplikasi, dashboard management, data governance, IT Innovation Management,” ujarnya.
Kemudian mencapai sasaran kelompok kerja human capital berupa talenta sumber daya yang unggul dalam digital skill dan data analytics yang mendukung peningkatan pendapatan.
“Dan mencapai sasaran kelompok kerja governance risk control (GRC) berupa peningkatkan budaya sadar risiko, peningkatan pendapatan yang dimiliki perusahaan dan anak perusahaan,” jelas Rivan.



















