RELIGI  

MTPJ GMIM 11-17 Januari 2026 : Berjalanlah di Dalam Terang Tuhan

Pembacaan Alkitab: Yesaya 2:1-5

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Perjalanan kehidupan manusia tidak selamanya tanpa hambatan dan rintangan, sebab terkadang suka atau tidak suka, hal ini sering ditemui.

Tapi sebagai makhluk yang berakal budi, manusia berusaha untuk dapat keluar dan mengatasinya. Tantangan dan hambatan ini dapat diumpamakan seperti berjalan dalam kegelapan.

Karena itu, manusia membutuhkan terang atau cahaya yang dapat menerangi perjalanannya.

Perjalanan manusia ini dapat diibaratkan seperti perjalanan bergereja, di mana setiap langkah harus selalu dalam tuntunan dan petunjuk dari Tuhan Allah yang Terang-Nya membuat gereja memiliki arah dan tujuan yang jelas, serta mampu menghadapi tantangan/hambatan.

Oleh karena itu, bacaan minggu ini, Yesaya 2:1-5, dibahas dengan tema “Berjalanlah di dalam terang Tuhan.”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Yesaya (Ibr: yesayahu, artinya: Tuhan menyelamatkan), yang bernubuat selama masa pemerintahan raja-raja: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia di Kerajaan Yehuda (sekitar abad ke-8 sM).

Pada saat itu Kerajaan Yehuda dan Israel menghadapi ancaman dari kerajaan Asyur. Kerajaan Israel (Utara) akhirnya jatuh ke tangan Asyur pada tahun 722 sM.

Ketegangan politik dan ancaman dari luar ini sangat mempengaruhi kehidupan Yehuda. Di samping masalah politik di atas, kehidupan sosial dan religius, turut juga memengaruhi eksistensi Yehuda.

Di antaranya masalah penyembahan kepada berhala, ketidakadilan sosial, dan kerusakan moral.

Nabi Yesaya dipanggil untuk menegur umat, dan memanggil mereka untuk bertobat, serta memberikan pengharapan tentang masa depan yang lebih baik.

Ayat 1, dimulai dengan pernyataan: hadabar asyer khazah yesayahu. Artinya Firman yang telah Yesaya lihat ini menegaskan bahwa firman ini telah dinyatakan kepadanya terlebih dahulu dalam bentuk penglihatan.