Walikota AA tanggapi merger SD Inpres Bunaken, Laikun: Hati-hati Pak Wali dapat info tak akurat dari bawahan

Manado, BERITASULUT.co.id – Walikota Manado Andrei Angouw (AA) kembali menanggapi persoalan merger sekolah di Kepulauan Bunaken. Adalah SD Inpres yang rencanyanya dilebur ke SDN 01.

Ia menyebut kalau merger sudah dikaji oleh instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado. Salah satu alasan adalah jumlah murid di SD Inpres sedikit.

“Murid sekolahnya (SD Inpres, red) tinggal sedikit. Makanya dimerger ke SDN 01,” ujar Walikota AA kepada wartawan usai Rapat Paripurna DPRD Kota Manado, Rabu (06/07/2022) sore.

Selain itu, ia menyebut kalau posisi kedua sekolah itu sangat berdekatan. Kemudian SD Inpres dekat dengan genset PLN.

“SD Inpres dan SDN 01 sangat berdekatan, dan SD Inpres juga dekat dengan genset. Sehingga proses belajar mengajar pasti akan terganggu,” katanya.

Keterangan Walikota AA ini pun kembali mendapat respon Wakil Ketua DPRD Kota Manado Adrey Laikun. Ia ingatkan Walikota AA agar berhati-hati dalam menerima informasi dari bawahannya.

“Saya rasa Pak Wali mendapat informasi yang tidak akurat dari bawahannya. Coba Pak Wali lihat langsung ke lokasi, apakah sesuai dengan apa yang Pak Wali ucapkan,” ujar legislator Partai NasDem ini, Kamis (07/07/2022) pagi.

Laikun yang juga putra asli Pulau Bunaken ini kembali membantah keterangan Walikota AA soal berpengaruhnya genset dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Bunaken tersebut.

“Sekolah ini sudah lama berdiri, dan genset itu juga sudah lama ada. Sejauh ini tidak ada pengaruh apa-apa terhadap proses belajar mengajar. Anak-anak juga tidak terpengaruh,” tandasnya.