Dalam jawabannya itu, Petrus bertindak sebagai orang percaya dan sebagai seorang rasul. Yesus menunjukkan rasa senangnya terhadap pengakuan Petrus yang jelas, langsung dan tidak ragu-ragu. Yesus sangat berkenan dengan Petrus yang memiliki pengetahuan dan anugerah.
Oleh karena itu Yesus menunjukkan kepada Petrus dari mana pengetahuan tentang kebenaran itu didapatnya; bahwa jawaban tersebut bukan karena hasil dari antusiasmenya yang muncul dengan cepat, dan bukan hasil pikirannya sendiri sebagai manusia, melainkan hasil penyataan Ilahi (ayat 17).
Dengan mengatasnamakan jemaat Petrus telah mengakui Kristus, karena itulah, janji yang dimaksudkan untuk jemaat ditujukan pula kepadanya; bahwa Kristus akan mendirikan jemaat-Nya (gereja) “di atas batu karang” (Petrus).
Petrus juga diberikan kuasa (kunci); suatu kuasa untuk mengikat dan melepas, membuka dan menutup. Kuasa ini berkaitan dengan Kerajaan Sorga (ayat 19). Itu berarti Petrus yang adalah gereja merupakan pemegang kunci Kerajaan Sorga.
Makna dan Implikasi Firman
Ketika Yesus berinkarnasi dan dalam keadaannya sebagai manusia, Ia banyak memberi pengajaran baik kepada murid-murid-Nya maupun orang banyak. Oleh karena itu sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberi mandat kepada murid-murid-Nya (yang kemudian status mereka berubah menjadi rasul) untuk menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8).













